Yogyakarta (ANTARA) - Kementerian Kehutanan (Kemenhut) menegaskan komitmen nasional dalam memperkuat kerja sama Selatan–Selatan (South-South) dan mempercepat rehabilitasi hutan melalui pendekatan agroforestri regeneratif.
“Agroforestri regeneratif adalah jalan tengah terbaik. Dengan model ini hutan pulih dan ekonomi rakyat tumbuh. Kami ingin memastikan bahwa pemulihan 12,7 juta hektare membawa manfaat bagi lingkungan sekaligus bagi masyarakat,” ujar Penasihat Utama Menteri Kehutanan (Menhut) Silverius Oscar Unggul dalam keterangannya yang diterima di Yogyakarta, Kamis.
Silverius mengatakan Indonesia memiliki target besar untuk memulihkan 12,7 juta hektare hutan dengan pola agroforestri regeneratif atau memadukan tanaman kayu dan komoditas bernilai ekonomi seperti kopi, kakao, dan pala.
Pendekatan ini dinilai strategis dalam memulihkan fungsi ekosistem sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar hutan.
Baca juga: Kemenhut pastikan KUPS Perhutanan Sosial terima manfaat pasar karbon
Adapun komitmen ini ditegaskan Indonesia dalam sesi South–South Partnership on Climate Change-Promoting Green Value Chains pada COP30 di Belém, Brasil.
Forum tersebut mempertemukan pemimpin dari Indonesia, Brasil, dan Tiongkok, tiga negara tropis yang memegang peran penting dalam perdagangan komoditas global.
Kolaborasi ini bertujuan membangun rantai nilai hijau dan memperkuat komitmen perdagangan bebas deforestasi.
Pewarta: Arnidhya Nur Zhafira
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.