Garut (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut, Jawa Barat menurunkan tim untuk menangani daerah yang terdampak bencana banjir bandang di wilayah itu, yang menyebabkan puluhan rumah terdampak dan menyisakan lumpur.
"Masih ditangani, BPBD Kabupaten Garut berkoordinasi dengan Forkopimcam dan Disdamkar untuk membersihkan lumpur," kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Garut Aah Anwar Saefuloh saat dihubungi melalui telepon seluler di Garut, Kamis malam.
Baca juga: BPBD Garut kerahkan tim gabungan atasi daerah terdampak banjir bandang
Ia menuturkan hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah Cisurupan menyebabkan luapan air, kemudian menerjang pemukiman rumah penduduk di Kampung Pasar Kaler, dan Cibinong, Desa Balewangi, Kecamatan Cisurupan.
"Akibat drainase lingkungan dan tanggul tidak kuat menahan debit air, sehingga terjadi banjir," katanya.
Ia menyebutkan dampak banjir bandang dengan ketinggian air berbeda-beda sekitar 20 sentimeter sampai 1 meter menyebabkan 39 rumah terdampak dengan jumlah penghuni 169 orang, satu bangunan madrasah, dan jalan umum di Kampung Pasar Kaler.
Selanjutnya, banjir di Kampung Cibinong tercatat tujuh rumah terdampak dengan penghuni berjumlah 21 orang yang semuanya dalam kondisi selamat, sehat, dan sudah mendapatkan penanganan secara gotong-royong seperti membersihkan lingkungan yang kotor.
"Warga bergotong-royong membersihkan material longsoran, kemudian diturunkan satu unit alat berat membersihkan jalan yang menutupi," katanya.
Baca juga: Garut diterjang banjir bandang, ratusan rumah terendam hingga 1 meter
Baca juga: Hujan deras picu banjir dan longsor di 7 kecamatan Kabupaten Garut
Ia menambahkan saat ini masyarakat bersama petugas gabungan lainnya masih membersihkan material lumpur yang masuk ke rumah, juga siaga karena berpotensi banjir susulan.
"Berpotensi banjir susulan dikarenakan ada beberapa titik drainase lingkungan tersumbat material sampah, dan sedimentasi," katanya.
Pewarta: Feri Purnama
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.