Cara Chou Tien Chen menguasai situasi di saat kritis sangat baik, saya belajar dari ini

Jakarta (ANTARA) - Tunggal putra Indonesia Alwi Farhan menegaskan tekadnya untuk bangkit pada SEA Games 2025 Thailand setelah terhenti secara dramatis di perempat final BWF World Tour Super 500 Australian Open 2025.

Alwi kalah 21-13, 21-23, 16-21 dari pemain berpengalaman asal Taiwan, Chou Tien Chen, pada pertandingan yang berlangsung di Quaycentre, Sydney, Jumat.

“Kecewa dengan hasilnya. Saya sudah unggul di gim kedua, sudah match point tapi tidak bisa memanfaatkan kesempatan,” kata dalam keterangan resmi PP PBSI.

Baca juga: Alwi Farhan raih kemenangan penting untuk modal hadapi perempat final

Laga itu menjadi pertemuan kedua mereka dalam dua bulan terakhir setelah sebelumnya Alwi juga kalah tiga gim 20-22, 21-16, 14-21 di Hong Kong Open 2025. Kali ini, kesempatan emas kembali lepas dari genggaman Alwi meski sempat berada di ambang kemenangan.

Pada gim kedua, Alwi mampu memimpin hingga 20-15 dan berada satu angka dari tiket semifinal. Namun keunggulan tersebut tidak dapat ia pertahankan setelah Chou tampil lebih tenang dalam momen-momen kritis.

Alwi mengungkapkan pengalaman Chou sebagai pemain senior membuat lawannya itu mampu mengendalikan tekanan pada fase-fase krusial.

Situasi itu kembali mengingatkannya pada duel di Hong Kong, ketika ia juga dipaksa menyerah dalam laga tiga gim.

Baca juga: Skuad bulu tangkis untuk SEA Games berubah, sertakan atlet terbaik

“Cara Chou Tien Chen menguasai situasi di saat kritis sangat baik, saya belajar dari ini,” ujarnya.

Meski harus mengakhiri langkah di turnamen BWF World Tour Super 500 ini, Alwi menegaskan bahwa kekalahan tersebut akan menjadi bahan evaluasi penting menjelang SEA Games 2025 Thailand.

“Semoga di SEA Games nanti saya bisa kembali dengan lebih kuat,” kata Alwi.

Baca juga: Prahdiska fokus ke SEA Games setelah juara IIC 2025

Pewarta: Muhammad Ramdan
Editor: Fitri Supratiwi
Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.