counter

BENCANA ASAP - Jarak pandang di Padang masih terbatas

BENCANA ASAP - Jarak pandang di Padang masih terbatas

Pesawat Sriwijaya Air rute Jakarta-Padang berhasil mendarat saat kabut asap pekat menyelimuti Bandara Internasional Minangkabau (BIM), Padangpariaman, Sumatera Barat, Senin (26/10). PT Angkasa Pura II BIM menyatakan sejak Senin pagi (26/10) jarak pandang hanya 700 meter akibat kabut asap sehingga pesawat tidak diizinkan mendarat hingga kondisi membaik, sebagian penerbangan ada yang dialihkan atau kembali ke lokasi berangkat. (ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra)

Kami akan terus mengevaluasi jika pada 30 Oktober kabut asap masih parah maka akan dibuat keputusan baru
Padang (ANTARA News) - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Ketaping di Padangpariaman, Sumatera Barat (Sumbar) melaporkan jarak pandang di Kota Padang pada Selasa masih terbatas hanya sekitar 800 meter akibat kabut asap.

"Dibandingkan kemarin pagi ini sedikit membaik karena pada Senin sempat mencapai 700 meter," kata Analisis Cuaca BMKG Ketaping Neli Elvira saat dikonfirmasi di Padang, Selasa.

Ia mengatakan hingga siang diperkirakan kondisi ini akan bertahan dan kalau pun ketebalan kabut asap berkurang tidak akan banyak.

Menurutnya ketebalan kabut asap hanya akan berkurang jika pada sumber titik panas terjadi hujan. Sementara untuk peluang hujan ia mengatakan belum terlihat untuk hari ini, jika ada hanya intensitas ringan pada malam hari.

Sementara berdasarkan hasil pengamatan Stasiun Pemantau Atmosfer Global Bukit Kototabang pada pukul 08.00 WIB indeks partikel dalam udara mencapai 303 mikrogram per meter kubik atau masuk kategori tidak sehat.

Berdasarkan pantauan kabut asap yang menyelimuti Kota Padang terlihat masih pekat sehingga matahari terlihat berwarna oranye. Para pengendara di jalan raya memakai masker dan sebagian menghidupkan lampu kendaraan.

Selain pekatnya asap aroma asap menyengat kuat di luar ruangan sehingga terasa mengganggu.

Sementara Dinas Pendidikan Kota Padang telah mengeluarkan kebijakan meliburkan seluruh murid TK dan SD di kota itu mulai 27 Oktober sampai 29 Oktober 2015 akibat pekatnya kabut asap yang menyelimuti.

"Mengacu kepada surat edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan tentang pendidikan di daerah yang terdampak kabut asap, akhirnya diputuskan tiga hari ke depan seluruh murid TK dan SD libur, kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Padang Habibul Fuadi.

Menurut dia dalam aturan tersebut dijelaskan jika indeks partikel dalam udara di atas 200 mikrogram maka murid TK dan SD sudah harus diliburkan. Sedangkan jika indeks partikel dalam udara di atas 300 mikrogram maka siswa SMP dan SMA juga akan diliburkan, kata dia.

Ia menyebutkan terdapat sekitar 120 ribu murid TK dan SD yang diliburkan mulai hari ini.

Habibul memastikan keputusan ini akan tersosialisasikan dengan baik melalui jaringan yang ada dan sistem komunikasi yang dimiliki Dinas Pendidikan.

"Kami akan terus mengevaluasi jika pada 30 Oktober kabut asap masih parah maka akan dibuat keputusan baru," ujarnya.

Pewarta: Ikhwan Wahyudi
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2015

Kabut asap ganggu perjalanan kereta api

Komentar