Kairo (ANTARA) - Menurut seorang pejabat keamanan Mesir menyebutkan bahwa delegasi Hamas, yang dipimpin oleh Khalil al-Hayya, berada di Kairo pada hari Minggu untuk membahas transisi ke fase kedua rencana perdamaian Gaza, serta eskalasi keamanan terkini di Jalur Gaza.

Sumber itu, yang tidak bersedia disebutkan namanya, mengatakan kepada Xinhua bahwa Mesir mengadakan diskusi intensif dengan para pemimpin Hamas, bersama dengan mediator Amerika Serikat (AS) dan Qatar, untuk mempertahankan gencatan senjata dan memulai tahap kedua dari kesepakatan tersebut.

Dia menambahkan bahwa diskusi itu juga berfokus pada pembentukan komite untuk mengelola Jalur Gaza di bawah perjanjian gencatan senjata dan menangani pelanggaran Israel baru-baru ini serta eskalasi di daerah kantong tersebut.

Setelah dua tahun konflik, gencatan senjata yang telah lama dinanti antara Israel dan Hamas mulai berlaku pada 10 Oktober, menyusul upaya mediasi oleh AS, Mesir, Qatar, dan Turki.

Meskipun serangan udara intensif sebagian besar telah berakhir, kematian terus dilaporkan di Gaza karena kekerasan berkala.

Pada Sabtu (22/11), Israel melancarkan serangkaian serangan udara di Jalur Gaza, yang mengakibatkan setidaknya 22 orang tewas dan puluhan lainnya luka-luka, menurut pertahanan sipil Gaza.

Militer Israel mengatakan serangan tersebut merupakan tanggapan atas insiden sebelumnya, ketika seorang "teroris bersenjata" dilaporkan menembaki tentara setelah melintasi apa yang disebut sebagai "garis kuning" di Jalur Gaza, yang merupakan wilayah yang berada di bawah kendali penuh Israel.

Pewarta: Xinhua
Editor: Imam Budilaksono
Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.