Xigaze (ANTARA) - Pada awal Januari, gempa bermagnitudo 6,8 menghantam wilayah Dingri di Kota Xigaze, yang meratakan ribuan rumah.
Sepuluh bulan setelah gempa bumi tersebut, lebih dari 32.500 rumah yang hancur atau rusak telah direnovasi dan diserahkan kepada penduduk yang terdampak, menurut otoritas Kota Xigaze.
Dalam waktu kurang dari tiga hari setelah gempa bumi itu, Xizang meluncurkan sebuah rencana rekonstruksi pascabencana dan memulai pekerjaan pendahuluan, yang meliputi survei lapangan, desain perumahan, dan pembersihan puing-puing.
Pekerjaan restorasi tersebut mencakup 486 desa di tujuh wilayah, menghasilkan rekonstruksi lebih dari 22.000 rumah dan penguatan tambahan 10.500 rumah. Batch pertama penduduk yang terdampak gempa telah pindah ke rumah-rumah baru pada Agustus.
Penerjemah: Xinhua
Editor: Alviansyah Pasaribu
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.