Jakarta (ANTARA) - Anggota Komisi IV DPR RI Rajiv menilai bahwa Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar Polri mempercepat penyaluran beras stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP).
“Program gerakan pangan murah Polri justru menjadi akselarator yang mempercepat target penyaluran SPHP kepada masyarakat di Indonesia,” kata Rajiv di Jakarta, Senin.
Ia mengungkapkan bahwa program GPM mampu mendistribusikan 153 ribu ton beras SPHP dalam waktu kurang dari 3 bulan. Total tersebut bagian dari 662 ribu ton beras SPHP yang terdistribusi sepanjang Agustus-November 2025.
“Polri mampu mampu menyalurkan 153.968 ton dalam tempo 112 hari secara cepat dan efektif,” katanya.
Menurutnya, program yang dipimpin Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo tersebut berjalan dengan efektif dan berdampak positif bagi masyarakat.
“Pak Kapolri telah menginstruksikan jajarannya untuk menjalankan Gerakan Pangan Murah di seluruh daerah Indonesia, dan dampaknya sangat positif dirasakan masyarakat,” ucapnya.
Lebih lanjut, Rajiv juga mengapresiasi inisiatif Kapolri yang mendukung visi Presiden RI Prabowo Subianto soal swasembada pangan dengan mengerahkan anggota kepolisian untuk terlibat aktif dalam produksi jagung nasional.
Berkat inisiatif tersebut, dalam waktu sembilan bulan, Polri mampu menghasilkan 2,84 juta ton jagung pipil.
Selain itu, legislator dari Komisi DPR yang membidangi pertanian, kehutanan, dan kelautan itu menilai bahwa Kapolri sangat serius mendukung program swasembada pangan dengan membangun 19 gudang ketahanan pangan di 13 Polda.
Oleh karena itu, ia mendukung kelanjutan program gerakan pangan murah dan tanam jagung yang diinisiasi Kapolri pada seluruh Polda hingga Polsek se-Indonesia.
“Saya mendorong program GPM dan tanam jagung dilanjutkan dan ditiru lembaga lain agar visi Presiden Prabowo, yaitu swasembada pangan, segera tercapai,” katanya.
Baca juga: Pengamat: SPPG Polri kelola pangan bergizi babak baru transformasi
Baca juga: Polri lakukan berbagai inovasi guna dukung program ketahanan pangan
Pewarta: Nadia Putri Rahmani
Editor: Budi Suyanto
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.