Surabaya (ANTARA) - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengapresiasi dedikasi 345.454 guru yang disebutnya menjadi poros utama lahirnya berbagai prestasi pendidikan Jatim pada 2025 bertepatan dengan peringatan Hari Guru Nasional.
“Setiap capaian pendidikan Jawa Timur selalu berpulang pada sosok guru yang hebat, membuat para siswa dan Jatim kuat. Mulai dari keteladanan mereka, keikhlasan mereka mendidik, dan kerja sunyi mereka yang tanpa henti membimbing anak-anak kita,” ujar Khofifah di Surabaya, Selasa.
Khofifah menyampaikan apresiasi kepada guru-guru yang bertugas di berbagai pelosok daerah, termasuk kawasan kepulauan, wilayah yang harus ditempuh dengan menyeberangi sungai maupun laut, serta daerah pegunungan.
Baca juga: UPN Veteran Jatim kukuhkan dua guru besar perkuat riset dan reputasi
“Terima kasih dan salam hormat kepada guru-guru hebat di seluruh penjuru Jatim. Ada yang tugas di kepulauan, ada yang harus menyeberang laut dan sungai, menempuh perjalanan jauh melintasi bukit dan dataran tinggi. Saya apresiasi setinggi-tingginya pengabdian dengan dedikasi tanpa batas pahlawan tanpa tanda jasa kita semua,” ujarnya.
Sepanjang 2025, dunia pendidikan Jawa Timur menorehkan capaian nasional, antara lain menjadi Juara Umum Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) dan Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N).
Di tingkat vokasi, siswa SMK Jatim meraih Juara Umum Lomba Kompetensi Siswa (LKS) 2025, sementara inovasi dan riset siswa kembali menempatkan Jatim sebagai yang terbaik pada Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) serta ajang Festival Inovasi dan Kewirausahaan Siswa Indonesia (FIKSI) 2025.
Pada jalur akademik, Jawa Timur juga mempertahankan posisi sebagai provinsi dengan jumlah penerimaan Perguruan Tinggi Negeri (PTN) terbanyak melalui Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP). Sebanyak 27.994 siswa lolos SNBP 2025.
“Capaian sebesar ini tidak mungkin terwujud tanpa peran penuh guru bimbingan konseling, guru mata pelajaran, pembina ekstrakurikuler, serta seluruh ekosistem sekolah yang menyiapkan siswa sejak awal,” kata Khofifah.
Khofifah menjelaskan bahwa komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Timur terhadap pendidikan tercermin dari alokasi anggaran Rp9,9 triliun atau 32,8 persen dari total Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2025.
Menurut dia, porsi anggaran tersebut menjadi salah satu yang terbesar di Indonesia dan merupakan bentuk keberpihakan pemerintah daerah untuk memperkuat kompetensi guru, meningkatkan mutu layanan pendidikan, serta memperluas akses pendidikan berkualitas.
“Proporsi anggaran yang begitu besar menunjukkan betapa seriusnya Pemprov Jatim menjadikan pendidikan sebagai prioritas strategis, dan dibalik seluruh investasi ini, keberhasilan tetap berada di tangan para guru sebagai poros utama ekosistem pendidikan,” ujar Khofifah.
Ia menambahkan bahwa keberhasilan ekosistem pendidikan Jawa Timur merupakan hasil kolaborasi guru dari seluruh jenjang mulai Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas (SMA), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), hingga pendidikan non-formal.
“Guru adalah poros utama Indonesia Emas 2045. Tanpa guru, tidak ada prestasi, tidak ada inovasi, dan tidak ada generasi unggul,” ujarnya.
Baca juga: Seniman Nabila gelar pameran Drawing 99 Kiai peringati Hari Santri
Baca juga: Khofifah: "Talent DNA" buat guru BK diharapkan dongkrak prestasi siswa
Pemerintah provinsi terus memperkuat kapasitas dan kesejahteraan guru melalui pelatihan berbasis digital, ruang kolaborasi, dukungan terhadap inovasi pembelajaran, serta kebijakan peningkatan kompetensi.
Selain guru, Khofifah juga mengapresiasi Dewan Pendidikan Seluruh Indonesia yang mendukung Jatim menjadi penyelenggara pendidikan terbaik nasional.
Pewarta: Willi Irawan
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.