Ini keterpanggilan kami untuk bisa mendetailkan sektor manufaktur itu, bagaimana kami bisa memberikan kontribusi agar target 8 persen itu bisa tercapai.
Jakarta (ANTARA) - Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan Strategi Baru Industrialisasi Nasional (SBIN) menjadi strategi Kemenperin untuk mengejar tercapainya pertumbuhan ekonomi 8 persen dari sisi sektor manufaktur.
“Ini keterpanggilan kami untuk bisa mendetailkan sektor manufaktur itu, bagaimana kami bisa memberikan kontribusi agar target 8 persen itu bisa tercapai,” kata Menperin saat ditemui di Tangerang Selatan, Banten, Rabu.
Dia menjelaskan SBIN disusun dengan tujuan menjawab berbagai tantangan sekaligus menindaklanjuti arahan Presiden Prabowo Subianto.
Strategi baru itu didesain per sektor dengan detail yang sangat ketat. Namun, kata Menperin lagi, seluruh penyusunan SBIN tetap dalam koridor yang digariskan oleh Presiden Prabowo Subianto maupun Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025-2045 dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029.
“Ini strategi. Seperti sepak bola, kalau ingin menang 2-0 dan 3-0, itu strateginya berbeda. Ini yang disebut strategi untuk mendapatkan apa yang sudah digariskan oleh Bapak Presiden, yaitu pertumbuhan ekonomi mendekati 8 persen,” ujarnya lagi.
Sebelumnya, Menperin mengatakan SBIN merupakan kerangka strategis untuk mewujudkan industri domestik yang tumbuh dan berdaulat.
Menurut Menperin, SBIN hadir sebagai cetak biru industrialisasi Indonesia di era pasca-pandemi dan pasca-karbon. Strategi ini memadukan nilai-nilai kemandirian ekonomi, transformasi teknologi, serta keberlanjutan lingkungan dalam satu kerangka terpadu.
Empat pola pikir utama yang menjadi pilar SBIN, yaitu industrialisasi berbasis sumber daya alam, pengembangan ekosistem industri, penguasaan teknologi, dan penerapan prinsip keberlanjutan.
Industrialisasi berbasis sumber daya alam diarahkan untuk memperkuat industrialisasi komoditas unggulan nasional, seperti nikel, kelapa sawit, dan batu bara, agar kekayaan alam Indonesia tidak lagi hanya diekspor mentah tetapi diolah menjadi produk bernilai tambah tinggi.
Selain itu, pengembangan ekosistem industri diupayakan melalui keterpaduan antara sektor hulu dan hilir yang disertai dengan penguatan sumber daya manusia, serta infrastruktur industri yang mendukung.
Menperin menyatakan keberhasilan pelaksanaan SBIN tidak hanya ditentukan oleh kebijakan dan program yang tepat sasaran, tetapi juga oleh sistem pengawasan yang kuat, objektif, dan transparan.
Baca juga: Menperin sebut SBIN strategi wujudkan industri tumbuh dan berdaulat
Baca juga: Menperin tekankan penguatan pengawasan dalam pelaksanaan SBIN
Pewarta: Imamatul Silfia
Editor: Budisantoso Budiman
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.