...Bulan depan sudah mulai ada pekerjaan, dan diharapkan Juni, Juli, atau Agustus tahun depan sudah bisa selesai
Jakarta (ANTARA) - Menteri Sosial Saifullah Yusuf menargetkan pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat di 104 lokasi dapat selesai pada pertengahan 2026 sehingga proses belajar-mengajar bisa segera dilakukan di fasilitas yang lebih baik dan nyaman.
“Pembangunan akan dimulai di 104 titik oleh Kementerian Pekerjaan Umum. Bulan depan sudah mulai ada pekerjaan, dan diharapkan Juni, Juli, atau Agustus tahun depan sudah bisa selesai,” kata Saifullah saat ditemui di Kantor Kementerian Sosial, Salemba, Jakarta, Rabu.
Menurut dia bahwa pembangunan gedung dilakukan menggunakan APBN melalui Kementerian PU sebagai penanggung jawab teknis. Setiap kompleks memiliki kapasitas hingga 1.000 siswa, mencakup jenjang SD, SMP, dan SMA, dilengkapi asrama murid, ruang kelas, asrama guru dan laboratorium
“Semua sudah ada gambarnya, sudah ditentukan desainnya. Kalau tanahnya milik pemerintah kabupaten atau kota, siswa yang bersekolah di situ adalah anak-anak dari daerah tersebut. Kalau tanahnya milik provinsi, siswanya berasal dari berbagai kabupaten/kota di provinsi itu,” cetusnya.
Baca juga: Mensos lantik 860 guru Sekolah Rakyat
Ketika ditanya apakah Sekolah Rakyat permanen nantinya bakal dikelola di bawah pemerintah daerah, dia memastikan bahwa seluruh gedung permanen Sekolah Rakyat tetap berada di bawah pengelolaan Kementerian Sosial, termasuk tenaga pengajar, wali asrama, dan operator yang seluruhnya merupakan pegawai Kemensos.
“Operasionalnya tetap Kemensos yang bertanggung jawab. Tapi kami tidak sendiri karena ini sejak awal merupakan arahan Presiden dan dikerjakan bersama banyak kementerian,” ujarnya.
Sekolah Rakyat merupakan salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto untuk memberikan akses pendidikan gratis dan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga miskin dengan tingkat kesejahteraan terendah (Desil 1–4) dalam Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Program ini dirancang sebagai model pengentasan kemiskinan terpadu karena memadukan berbagai program unggulan pemerintah seperti Cek Kesehatan Gratis (CKG), Makan Bergizi Gratis (MBG), jaminan kesehatan PBI-JK, Koperasi Desa Merah Putih, serta Program 3 Juta Rumah bagi keluarga siswa penerima manfaat.
Baca juga: Sekolah Rakyat dan jalan keluar kemiskinan
Berdasarkan data Kementerian Sosial ada sebanyak 166 titik Sekolah Rakyat rintisan yang dibangun pada tahun 2025 dengan kapasitas hampir 16 ribu siswa, didukung oleh 2.400 guru dan lebih dari 4.000 tenaga kependidikan di jenjang SD, SMP, dan SMA atau sederajat.
Kementerian Sosial menargetkan seluruh Sekolah Rakyat dilengkapi dengan fasilitas teknologi pembelajaran modern, termasuk papan interaktif digital (IFP), laptop dengan akses jaringan internet, serta seragam khusus bagi siswa, guru, dan wali asrama sebelum akhir tahun 2025.
Adapun untuk tahap awal, 166 sekolah rakyat rintisan yang tersebar di seluruh Indonesia tersebut masih memanfaatkan fasilitas sentra milik Kementerian Sosial, Balai Latihan Kerja Kementerian Ketenagakerjaan, dan fasilitas milik pemerintah daerah. Lalu kemudian pemerintah bakal dibangunkan gedung Sekolah Rakyat permanen setelah proses pembebasan lahan yang disiapkan pemerintah daerah selesai.
Baca juga: Kemensos siap lengkapi perangkat operator & wali asrama Sekolah Rakyat
Pewarta: M. Riezko Bima Elko Prasetyo
Editor: Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.