BMKG nyatakan cuaca di Riau sudah normal

Pekanbaru (ANTARA News) - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru mengklaim kondisi cuaca di Provinsi Riau sudah normal, setelah hujan deras dengan intesitas ringan terjadi berturut-turut dalam sepekan terkahir.

"Ini cuaca sudah normal. Itu ditandai dari jarak pandang pada pukul 7.00 WIB, sudah 7.000 meter di wilayah Kota Pekanbaru dan sekitar akibat hujan," papar Kepala BMKG Stasiun Pekanbaru, Sugarin di Pekanbaru, Ahad.

Dia berujar, sedangkan daerah lain di Riau seperti Kota Rengat, Kabupaten Indragiri Hilir, lalu Kota Dumai dan Pelalawan dilaporkan saat ini jarak pandang masing-masing 5.000 meter.

Meski demikian, lanjut dia, pada ketiga daerah tersebut masih ditemukan kabut asap tipis dari kebakaran hutan dan lahan di Sumatera.

"Namun kabut asap tipis itu, tidak menggangu aktivitas penerbangan baik pendaratan atau lepas landas di Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru," tegasnya.

Sugarin mengatakan, secara umum cuaca di wilayah Riau pada hari ini cerah dan berawan disertai peluang hujan dengan intensitas ringan hingga sedang disertai petir dan angin kencang berpotensi terjadi pada siang, sore atau malam hari.

"Potensi hujan masih tetap ada baik siang, sore dan malam hari terutama di sebagian besar wilayah Riau bagian pesisir Timur, Utara dan Barat. Angin bergerak dari Timur menuju Selatan dengan kecepatan 9 sampai 29 km per jam," katanya.

Dari pantauan citra satelit baik Terra dan Aqua, terang dia, masih terdapat 198 hotspot atau titik panas di Pulau Sumatera dan tersebar pada delapan provinsi yang terkosentari di Sumatera Selatan 117 titik.

Lalu diikuti Bangka Belitung 28 titik panas, Lampung 27 titik, Jambi 20 titik, Riau lima titik, Sumatera Barat dua titik dan Bengkulu serta Sumatera Utara masing-masing satu titik panas.

"Di Riau, Indragiri Hulu (Inhu) tiga titik dan Indragiri Hilir (Inhil) dua titik. Sementara untuk confidence (tingkat kepercayaan) titik api 70 persen, dua titik di Inhu dan satu titik di Inhil," jelasnya.

"Jika jumlah titik panas dibandingkan kemarin, maka hari ini jauh lebih banyak. Kemarin 130 titik panas terkosentrasi di Sumatera Selatan 71 titik, Bangka Belitung 28 titik, Lampung 27 titik, Jambi tiga titik dan Bengkulu satu titik," ucap Sugarin.

Pewarta: Muhammad Said
Editor: Unggul Tri Ratomo
COPYRIGHT © ANTARA 2015

Sejumlah titik panas di Sumbar mulai berkurang

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar