Dengan jumlah ASN mencapai 65.422 pegawai, tantangan ini menjadi semakin kompleks. Kurikulum pelatihan yang tersedia belum secara optimal menjawab kebutuhan jabatan di bidang keimigrasian dan pemasyarakatan
Tangerang (ANTARA) - Kepala Pusat Pelatihan BPSDM Imigrasi dan Pemasyarakatan, Muhammad Tito Andrianto menilai inovasi Imipas talent corporation atau manajemen pengembangan kompetensi akan memperkuat transformasi sumber daya manusia (SDM) di lembaganya tersebut.
Menurutnya, gagasan baru ini merupakan bagian upaya respons atas tantangan pasca pemisahan kelembagaan dari kementerian sebelumnya.
"Untuk menjawab tantangan, Kementerian Imipas mengembangkan sebuah terobosan strategis melalui Imipas Talent Corporation, sebuah desain perubahan komprehensif yang menjadi induk bagi seluruh agenda transformasi SDM," ungkap Tito dalam keterangannya di Tangerang, Rabu.
Ia menjelaskan tata kelola pengembangan kompetensi aparatur sipil negara (ASN) di Kemenimipas masih parsial dan belum terintegrasi dengan manajemen talenta.
Dengan jumlah ASN mencapai 65.422 pegawai, katanya, tantangan ini menjadi semakin kompleks. Kurikulum pelatihan yang tersedia belum secara optimal menjawab kebutuhan jabatan di bidang keimigrasian dan pemasyarakatan.
Baca juga: Imipas luncurkan Global Citizenship solusi isu kewarganegaraan ganda
Kendati demikian, inisiatif besar tentang talent corporation ini bisa mendorong tata kelola pembelajaran aparatur yang selaras, terintegrasi, dan berbasis teknologi modern.
"Ketidaksinkronan antara materi pelatihan dan tuntutan kerja menyebabkan pengembangan kompetensi berjalan tidak efektif, sementara tuntutan tugas di lapangan terus berkembang cepat mengikuti arus digitalisasi layanan, dinamika migrasi internasional, serta ekspektasi publik yang semakin tinggi," ungkapnya.
Ia bilang, atas hadirnya inisiatif tersebut mendapatkan dukungan penuh secara internal dari Kepala BPSDM Imigrasi dan Pemasyarakatan dan Sekretaris Jenderal Imigrasi dan Pemasyarakatan.
Selain itu, terdapat juga dukungan di luar kementerian, termasuk Kepala Lembaga Administrasi Negara, sebagai institusi pembina nasional bidang pengembangan ASN.
"Salah satu tonggak utama dari transformasi ini adalah terbitnya Keputusan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Republik Indonesia Nomor M.IP-5.SM.01.02 Tahun 2025 tentang Sistem Pembelajaran Terintegrasi (Corporate University) Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan," tuturnya.
Baca juga: Menteri Imipas: Total "upah" napi dari ketahanan pangan Rp700,15 juta
Tito mengatakan, regulasi baru ini telah menjadi fondasi hukum bagi implementasi tujuh komponen Corporate University serta memastikan setiap unit kerja bergerak dalam kerangka pengembangan kompetensi yang terpadu, terukur, dan berorientasi pada peningkatan kinerja kelembagaan.
Selain terbentuknya regulasi, kementerian juga berhasil menghadirkan Imipas Learning Center (ILC) sebagai pusat pembelajaran digital berbasis Artificial Intelligence.
"Dimana, platform yang dapat diakses melalui ilc.kemenimipas.go.id ini menghadirkan paradigma baru pembelajaran ASN yang lebih fleksibel, mudah diakses, dan bersifat personal," ucapnya.
Dia menyebut, dengan kemampuan integrasi data, ILC tidak hanya menjadi sarana belajar, tetapi juga pusat manajemen pengetahuan dan pemetaan kompetensi ASN secara berkelanjutan.
"Platform ini telah resmi diluncurkan pada 19 November 2025, disaksikan oleh para Kepala Bagian Tata Usaha dan Umum dari seluruh Indonesia," tambahnya.
Baca juga: Kementerian Imipas dukung program strategis nasional hilirisasi kelapa
Seiring dengan pembangunan sistem dan teknologi, Kementerian Imipas melakukan menyelesaikan penyusunan desain program pelatihan berbasis kompetensi secara menyeluruh seperti kurikulum, modul, metode pelatihan, hingga instrumen evaluasi dikembangkan secara lebih relevan dengan kebutuhan jabatan di bidang keimigrasian dan pemasyarakatan.
"Implementasi program pelatihan ini juga telah berjalan melalui berbagai kegiatan peningkatan kapasitas yang disertai dengan skema sertifikasi kompetensi," katanya.
Ke depan, Kementerian Imipas menetapkan target jangka menengah dan jangka panjang untuk memastikan transformasi ini terus berlanjut secara konsisten.
Sementara itu, target jangka panjang mencakup implementasi penuh platform pembelajaran digital di seluruh unit kerja, integrasi menyeluruh antara pengembangan kompetensi, manajemen kinerja, serta pengembangan karier ASN.
"Selain itu, kementerian juga menargetkan pelaksanaan evaluasi dampak (impact assessment) untuk memastikan efektivitas implementasi kebijakan dan penguatan kapasitas SDM secara berkelanjutan," kata dia.
Pewarta: Azmi Syamsul Ma'arif
Editor: Edy M Yakub
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.