Hanoi (ANTARA) - Kementerian Pertanian dan Lingkungan Hidup Vietnam menyerukan langkah-langkah darurat untuk mengatasi polusi udara yang diperkirakan akan memengaruhi Hanoi, ibu kota Vietnam, dan provinsi-provinsi wilayah utara sekitarnya pada akhir November dan awal Desember mendatang, seperti dilaporkan Vietnam News Agency pada Rabu (26/11).
Menurut data dari sistem pemantauan kualitas lingkungan nasional dan prakiraan meteorologi, konsentrasi partikel PM2.5, indikator utama polusi udara, diperkirakan akan meningkat dalam 10 hari ke depan karena wilayah tersebut menghadapi kondisi cuaca buruk yang menghambat dispersi polutan.
Indeks kualitas udara (air quality index/AQI) berpotensi menembus angka 150, yang masuk dalam kategori tidak sehat, kata kementerian tersebut memperingatkan.
Otoritas lokal didesak untuk meningkatkan langkah-langkah pembersihan jalan, termasuk menggunakan kendaraan khusus untuk menyemprotkan air dan membersihkan jalan di rute-rute lalu lintas utama dan di gerbang kota, terutama pada jam sepi di malam hari dan dini hari sebelum pukul 06.00 waktu setempat.
Kementerian itu juga akan mengerahkan drone dan pencitraan satelit untuk memantau serta mendeteksi titik-titik pembakaran terbuka serta sumber emisi utama, dengan pelanggaran yang terdeteksi akan langsung dilaporkan kepada otoritas setempat.
Pewarta: Xinhua
Editor: Indra Arief Pribadi
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.