Saya ingin mengembalikan lagi kebijakan di Kementerian Koperasi supaya kita kembali ke rohnya koperasi.
Yogyakarta (ANTARA) - Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono siap mengembalikan koperasi pada roh dan jati dirinya bahwa koperasi harus berada di sektor produksi, industri, distribusi, dan perkreditan.
"Saya ingin mengembalikan lagi kebijakan di Kementerian Koperasi supaya kita kembali ke rohnya koperasi," ujar Ferry dalam Sosialisasi dan Bimbingan Teknis (Bimtek) Koperasi Pondok Pesantren, di Yogyakarta, Kamis.
Menurut dia, koperasi itu berdasarkan catatan sejarahnya pada tahun 1945, dan kemudian dalam dokumen asli di Arsip Nasional Republik Indonesia bahwa sesungguhnya koperasi harus berada di sektor produksi, distribusi, sektor industri dan di sektor perkreditan.
"Untuk produksi saya ingin menyampaikan kaitannya ini dengan apa yang dicanangkan oleh Bapak Presiden RI Prabowo Subianto bahwa beliau ingin mengembalikan koperasi mengejar ketinggalan dari BUMN dan dari badan usaha swasta baik dari sisi asetnya, volume usaha kegiatannya, dan dari sisi partisipasi masyarakat untuk menjadi anggota koperasi," katanya lagi.
Menkop Ferry Juliantono menegaskan peran sentral koperasi sebagai pilar utama ekonomi kerakyatan Indonesia, termasuk dalam mendukung visi pembangunan nasional Presiden Prabowo Subianto.
"Presiden Prabowo mengamanatkan agar koperasi menjadi salah satu penggerak utama ekonomi nasional, terutama melalui program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih," kata Ferry.
Ia menjelaskan koperasi harus menjadi badan usaha kolektif yang memberdayakan masyarakat desa, bukan sekadar menjadi obyek pembangunan.
Menurutnya, koperasi berperan penting dalam membangun kemandirian ekonomi dari bawah.
Ferry menyoroti pentingnya sinergi koperasi dengan badan usaha milik negara (BUMN), swasta, dan korporasi agar tumbuh secara bersama dan tidak saling menindas.
Ia menegaskan, Indonesia tidak menolak modal asing, namun harus tetap berpihak pada kepentingan rakyat kecil.
Baca juga: Koperasi sebagai katalis kesejahteraan sosial
Baca juga: GKKI serukan reformasi untuk selamatkan jati diri koperasi
Pewarta: Aji Cakti
Editor: Budisantoso Budiman
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.