Washington (ANTARA) - Layanan Kewarganegaraan dan Imigrasi Amerika Serikat (US Citizenship and Immigration Services/USCIS) pada Rabu (26/11) mengumumkan telah menghentikan semua pemrosesan imigrasi yang berkaitan dengan warga negara (WN) Afghanistan hingga waktu yang belum ditentukan, setelah dua tentara Garda Nasional Amerika Serikat (AS) ditembak dan terluka parah di dekat Gedung Putih sebelumnya pada hari yang sama.
Langkah tersebut diambil setelah Presiden AS Donald Trump menggambarkan serangan itu sebagai "tindakan teror", menyebutkan bahwa tersangka datang dari Afghanistan ke AS pada 2021.
Trump mengatakan di media sosial bahwa pemerintah harus "memeriksa ulang setiap orang asing yang masuk ke negara kita dari Afghanistan" selama masa pemerintahan mantan presiden AS Joe Biden dan mengambil langkah-langkah untuk mengusir siapa pun "yang tidak pantas berada di sini atau memberikan manfaat bagi negara kita".
Dia menambahkan bahwa "binatang yang menembak dua anggota Garda Nasional ... akan membayar harga yang sangat mahal".
Tersangka, yang diidentifikasi sebagai Rahmanullah Lakanwal (29), tinggal di Negara Bagian Washington, menurut laporan NBC News yang mengutip sumber penegak hukum senior. Otoritas masih berupaya untuk mengonfirmasi semua detail tentang individu yang kini ditahan itu, kata laporan tersebut.
Serangan itu terjadi pada Rabu sekitar pukul 14.15 waktu setempat, atau Kamis (27/11) pukul 02.15 WIB, di dekat Stasiun Metro Farragut Square, menurut pernyataan dari Satuan Tugas Gabungan Washington DC, yang mengawasi penempatan Pasukan Garda Nasional di Washington.
Dalam sebuah unggahan di media sosial, Trump mengatakan kedua anggota Pasukan Garda Nasional itu, yang sama-sama "terluka parah", berada di dua rumah sakit berbeda, sementara pelaku penembakan juga mengalami luka serius.
Gubernur West Virginia Patrick Morrisey mengonfirmasi dalam unggahannya di media sosial X bahwa para korban luka berasal dari Pasukan Garda Nasional West Virginia.
Saat insiden itu terjadi, Trump berada di resornya di Palm Beach menjelang liburan Thanksgiving pada Kamis, sementara Wakil Presiden AS JD Vance berada di Kentucky, melansir laporan Reuters.
"Gedung Putih mengetahui dan aktif memantau situasi tragis ini. Presiden telah diberi pengarahan," kata Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt dalam sebuah pernyataan.
Pascapenembakan tersebut, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth mengatakan pada Rabu bahwa Trump meminta dirinya untuk mengirim 500 anggota Garda Nasional tambahan ke Washington.
Pada Agustus, Trump menempatkan departemen kepolisian di Washington di bawah kendali federal langsung dan mengerahkan Garda Nasional ke ibu kota AS itu. Lebih dari 2.000 tentara Garda Nasional saat ini bertugas di Washington, menurut sejumlah laporan media.
Pewarta: Xinhua
Editor: Natisha Andarningtyas
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.