Jakarta (ANTARA) - Polres Metro Jakarta Pusat mengerahkan 2.200 personel gabungan dari Polri, TNI dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk menjaga pertandingan antara Persija Jakarta melawan PSIM Yogyakarta di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK) pada Jumat.

"Kami pastikan tidak ada celah bagi pihak manapun yang berpotensi mengganggu jalannya pertandingan," kata Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Polisi Susatyo Purnomo Condro di Jakarta.

Susatyo menegaskan, pelayanan dilakukan secara maksimal pada seluruh akses sekitar Stadion GBK.

Ia menekankan sejumlah larangan bagi suporter untuk memastikan situasi tetap kondusif, yaitu kembang api (flare), petasan, kembang api, senjata tajam dan minuman keras dilarang dibawa masuk stadion.

"Tujuan kami adalah memastikan pelayanan kepada penonton berjalan optimal," ujarnya.

Meski pengamanan ketat, pendekatan humanis tetap menjadi prioritas. Seluruh personel tidak dibekali senjata api untuk menjaga suasana tetap kondusif.

Pengamanan juga mencakup pengawalan pendukung PSIM Yogyakarta yang hadir di GBK. Selain itu, pihak Kepolisian menyiapkan rekayasa lalu lintas di sekitar stadion guna mengurangi kepadatan kendaraan.

"Kami mengimbau masyarakat dan pengendara yang melintas untuk mencari jalur alternatif, karena arus lalu lintas di sekitar GBK berpotensi padat saat pertandingan berlangsung," kata dia.

Baca juga: Antisipasi kepadatan lalu lintas, Polisi imbau hindari kawasan GBK

Baca juga: Persitara Jakarta Utara targetkan naik kasta ke Liga 2 musim depan

Pewarta: Khaerul Izan
Editor: Sri Muryono
Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.