Jakarta (ANTARA) - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian meminta kepala daerah se-Provinsi Maluku untuk segera melakukan evaluasi demi memenuhi target realisasi pendapatan dan belanja daerah.

Menurut Tito, keselarasan antara pendapatan dan belanja menjadi kunci agar perekonomian daerah tetap bergerak dan tidak membebani masyarakat.

"Saya minta kepala daerah yang pendapatan tidak sesuai target dan belanja, tidak memenuhi target, untuk segera melakukan evaluasi. Jika pendapatan dan belanja tidak efektif dan tidak sesuai target, otomatis ekonomi akan melambat," kata Tito dalam keterangannya di Jakarta, Jumat.

Mendagri mengungkapkan ada beberapa daerah di Maluku yang belum memenuhi target. Ia mengingatkan bahwa tahun anggaran segera berakhir sehingga percepatan evaluasi dan penyerapan anggaran menjadi sangat penting.

Meski demikian, Tito mengapresiasi kinerja seluruh kepala daerah di Maluku, mulai dari gubernur, bupati, hingga wali kota, yang berhasil menekan inflasi daerah hingga berada di angka 2,3 persen.

"Ini capaian yang sangat baik bagi daerah kepulauan seperti Maluku. Inflasi yang terjaga selama satu tahun adalah prestasi yang patut diapresiasi," kata Tito.

Selain itu, Mendagri juga menyoroti pertumbuhan ekonomi Maluku yang berada di angka 4,3 persen. Tito berharap daerah-daerah di Maluku dapat terus meningkatkan capaian tersebut demi memperkuat kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

“Pertumbuhan ekonomi yang meningkat akan berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.

Sebagai pembina pemerintah daerah, Mendagri kembali menekankan pentingnya menjaga keseimbangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) serta mendorong peran sektor swasta.

Menurutnya, sinergi APBD dan investasi swasta merupakan kunci untuk mempercepat pembangunan dan meningkatkan ekonomi lokal.

Pewarta: Fianda Sjofjan Rassat
Editor: Hisar Sitanggang
Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.