Jakarta (ANTARA) - Anggota Komisi VII DPR RI Novita Hardini mendorong sinkronisasi kebijakan pusat daerah terkait tata ruang dan perlindungan lahan pangan guna memperkuat daya saing sektor industri.

Dia menilai isu tata ruang masih menjadi tantangan besar bagi Industri di banyak daerah. Ketidaksinkronan antar kementerian, terutama terkait status Lahan Sawah Dilindungi (LSD), berdampak langsung pada ruang gerak pembangunan serta ekspansi industri.

“Kepala daerah ingin menjaga sawah sebagai lahan pangan, tapi di sisi lain kebijakan Kementerian ATR/BPN seringkali tidak selaras dengan prioritas ketahanan pangan nasional,” kata Novita dalam keterangan tertulisnya yang diterima di Jakarta, Jumat.

Ia menyoroti adanya permintaan jatah LSD dari ATR/BPN yang justru membuat sawah produktif semakin menyusut. Kondisi ini, kata dia, memicu benturan kebijakan antara kementerian teknis dan program prioritas Presiden di sektor pangan.

“Kebijakan yang tidak terintegrasi ini membuat daerah kesulitan menyusun tata ruang yang adaptif. Jika dibiarkan, industri akan tertekan dan daya saing kita menurun,” katanya.

Di sisi lain, dia menyampaikan bahwa daerah saat ini tengah menghadapi situasi fiskal yang sempit. Karena itu, pembangunan yang mengandalkan investasi industri harus mendapat kepastian dari sisi tata ruang dan regulasi.

Ketika kebijakan tidak selaras, menurut dia, sektor industri akan semakin sulit bergerak. Lalu ketika daerah tidak bisa tumbuh, dia menilai bahwa pendapatan daerah juga akan ikut terhambat.

"Inilah yang harus DPR suarakan agar kebijakan pusat benar-benar berpihak pada penguatan ekonomi daerah," kata legislator yang membidangi urusan perindustrian itu.

Baca juga: Komisi VII soroti ekosistem KEK yang belum lengkap dalam RUU Industri

Baca juga: Pasca-cemaran Cs-137, Komisi VII DPR dorong penguatan deteksi radiasi

Pewarta: Bagus Ahmad Rizaldi
Editor: Budi Suyanto
Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.