Bandung (ANTARA) - Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM) berupaya mengakselerasi peningkatan angka keterserapan lulusan pendidikan vokasi di Indonesia melalui Program Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Go Global.

Dalam kegiatan lokakarya SMK Go Global di Bandung, Senin, Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM), Abdul Muhaimin Iskandar mengatakan program ini bertujuan untuk mempertemukan sisi supply pekerja terampil yang dipasok oleh lulusan SMK dengan sisi demand dari pelaku usaha, khususnya di luar negeri.

"Kita mulai dari hulu dan hilirnya, supaya SMK bisa go global. Hulunya adalah semua sekolah SMK harus dipersiapkan dengan baik, sehingga lulusan-lulusannya kita persiapkan sejak dini," kata Menko PM.

Baca juga: Menko PM: Siswa SMK kelas migran dibekali kemampuan bahasa asing

Menko Muhaimin atau yang akrab disapa Cak Imin itu mengatakan program ini dilakukan dengan penguatan kurikulum, seperti kecakapan atau skill dan bahasa, sehingga lulusan-lulusan SMK bisa dipersiapkan sejak dini untuk bisa mengisi peluang-peluang kerja yang terbuka di luar negeri.

"Kita ingin SMK-SMK sejak dini memperbaiki diri dalam menyiapkan tenaga kerja yang akan bekerja di luar negeri. Sehingga, kurikulum sistem pengajaran vokasi, juga menjadi hulu utama program SMK Go Global," lanjut dia.

Cak Imin menyoroti data Badan Pusat Statistik (BPS) Agustus 2025, yang menunjukkan tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Indonesia mencapai 7,46 juta orang atau setara 4,85 persen dari total angkatan kerja. Dari total jumlah tersebut, sebanyak 1,63 juta orang di antaranya adalah lulusan SMK.

Oleh karena itu, ia menginginkan kolaborasi yang efektif dalam pelaksanaan program SMK Go Global sebagai langkah cepat efektif yang hanya bisa digerakkan cepat melalui kolaborasi dengan semua pihak.

"SMK Go Global ini menjadi solusi yang cepat dan tepat, karena ada peluang yang terbuka, lapangan kerja besar jumlahnya dan penghasilan yang memberikan harapan," ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Barat (Jabar) Erwan Setiawan menyambut baik Program SMK Go Global. Ia menilai program ini menjadi terobosan yang sangat strategis, karena memadukan penguatan bahasa dan keterampilan, yang mampu meningkatkan standar pelatihan magang di luar negeri.

Baca juga: SMK Go Global: 500.000 lulusan Indonesia siap bersaing di pasar dunia

Baca juga: Menko Muhaimin: SMK Go Global jadi solusi atasi pengangguran vokasi

Ia menyatakan Jawa Barat siap menjadi laboratorium nasional untuk pengembangan SMK kelas dunia, yang tidak hanya unggul di lokal tetapi mampu hadir sebagai bagian dari rantai talenta global.

"Program ini bukan hanya sekadar membuka peluang kerja, tetapi membangun pengalaman global bagi anak-anak kita," tutur Erwan Setiawan.

Diketahui, pemerintah menargetkan penempatan lulusan SMK di luar negeri sebanyak 500 orang pada tahun 2025, dan lebih dari satu juta lulusan SMK pada 2026 dan seterusnya.

Pada tahun ini, Kemenko PM menargetkan untuk memberangkatkan peserta program pada minggu ke dua Desember.

Pewarta: Sean Filo Muhamad
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.