Bandung (ANTARA) - Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM), Abdul Muhaimin Iskandar berharap bantuan untuk korban banjir di berbagai daerah Sumatera segera sampai tepat sasaran.
Hal tersebut diungkapkannya dalam menghadapi peristiwa penjarahan yang terjadi di sejumlah lokasi di wilayah terdampak banjir, beberapa hari belakangan.
Baca juga: Pemprov Sulsel salurkan Rp1,5 miliar untuk bencana di Pulau Sumatera
"Kita sedang bekerja terus-menerus. (Bantuan) sampai sasaran insya Allah, kalau bantuannya cepat sampai, (situasi) akan aman," katanya ditemui wartawan di Bandung, Senin.
Cak Imin, sapaan akrabnya juga mendoakan agar situasi yang terjadi wilayah terdampak bencana menjadi semakin kondusif.
Ia menyatakan pemerintah hadir untuk turut membantu masyarakat dalam menghadapi kesulitan.
"Kita doakan semoga semua saudara-saudara kita yang sedang menerima musibah diberi kesabaran oleh Allah SWT segera dapat diatasi," tutur Cak Imin.
Diketahui, viral di media sosial video yang menunjukkan puluhan warga terdampak banjir dan longsor dilaporkan memasuki Gudang Bulog Sarudik di Kota Sibolga, Sumatera Utara, pada Sabtu sore.
Dalam rekaman video yang beredar, warga terlihat berdesakan masuk ke area gudang dan membawa keluar sejumlah karung beras serta minyak goreng. Beberapa anak juga tampak ikut mengangkut karung beras dari dalam gudang.
Baca juga: Kemensos siapkan cadangan logistik Rp19 miliar untuk bencana Sumatera
Baca juga: Wagub Sumut bersama Gubernur Jatim salurkan bantuan ke pengungsi
Peristiwa serupa turut dilaporkan terjadi di Kabupaten Tapanuli Tengah. Sebuah video yang beredar menunjukkan sekelompok warga mengambil barang dari sejumlah minimarket di wilayah itu, usai banjir dan longsor yang melanda sejak awal pekan menyulitkan akses terhadap kebutuhan pokok.
Rekaman lain menampilkan warga memasuki mini market dengan pintu yang sudah terbuka sebagian, lalu mengambil berbagai kebutuhan harian, seperti makanan instan, air minum, dan perlengkapan dasar sebelum meninggalkan lokasi.
Pewarta: Sean Filo Muhamad
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.