Di balik gelombang besar yang ditaklukkan, terdapat pesan sederhana namun mendalam, tidak ada jarak yang terlalu jauh untuk sebuah kepedulian.
Kembali menembus badai
Sabtu pagi, perjalanan kembali dilanjutkan. Awan gelap tetap menggantung, angin menyelinap di antara dahan pohon, menciptakan suara riuh.
Laut bergelora, membuat kapal besi yang ditumpangi rombongan bergoyang hebat. Beberapa anggota rombongan terlihat pucat, sebagian memegang kantong plastik, dan ada yang hanya bisa duduk memejamkan mata sambil berpegangan erat pada bangku.
Satu jam perjalanan terasa seperti satu hari penuh ketegangan. Namun akhirnya, mereka memasuki perairan Pulau Panjang. Kapal terlalu besar untuk merapat, sehingga rombongan harus dipindahkan ke kapal kayu kecil yang ringan. Gelombang berkali-kali membuat kapal kecil itu naik turun, seperti hendak dilempar ke angkasa.
Proses perpindahan berlangsung dramatis. Kapal besar dan kapal kecil tak pernah bisa sejajar stabil karena dihantam ombak. Tapi bupati tetap turun, mengenakan jaket pelampung. Tidak semua rombongan turun, hanya mereka yang memiliki kepentingan saja, karena kapal terlalu kecil dan tanpa atap di bagian depan.
Saat kapal kecil melaju, awan kembali menurunkan air. Sepanduk pun digunakan sebagai pelindung darurat dari hujan. Tak ada raut mengeluh, hanya keinginan kuat untuk menyapa dan penyaluran bantuan kepada warga yang sudah menunggu.
Di Pulau Panjang, rombongan menyerahkan bantuan pangan, alat mobilitas, dan membuka pasar murah. Warga datang membawa senyum lebar meski cuaca masih tak menentu. Tidak lebih dari dua jam, ratusan kilogram minyak goreng, tepung terigu, gula pasir dan beras habis terjual, bahkan ada yang tidak kebagian.
Masyarakat rebutan karena selisih harga bahan pokok yang dijual cukup jauh, berkisar Rp5.000 hingga Rp8.000 dari harga yang di jual di daerah itu.
Baca juga: LPSDP Natuna selamatkan ratusan telur penyu di pulau terluar Indonesia
Editor: Dadan Ramdani
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.