koperasi bukan hanya meningkatkan layanan kepada anggota, tetapi juga berani ekspansi usaha hingga menembus pasar ekspor kopi
Jakarta (ANTARA) - Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi (LPDB) menyalurkan pembiayaan dana bergulir kepada Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Sidomulyo di Jember, Jawa Timur, untuk meningkatkan kualitas dan volume produksi kopi sehingga bisa menembus pasar ekspor.
Direktur Utama LPDB Koperasi Krisdianto menilai keberhasilan KDMP Sidomulyo Jember menjadi bukti nyata bahwa pembiayaan bergulir dapat memacu produktivitas koperasi desa serta mendorong kontribusi ekonomi lokal menuju skala global.
“KDMP Sidomulyo Jember menunjukkan bagaimana dana bergulir LPDB dapat berdampak langsung. Dari penguatan permodalan, koperasi bukan hanya meningkatkan layanan kepada anggota, tetapi juga berani melakukan ekspansi usaha hingga mampu menembus pasar ekspor kopi,” ujarnya dalam siaran pers di Jakarta, Senin.
KDMP Sidomulyo telah melakukan ekspor kopi ke pasar internasional. Ekspor perdana dilakukan dengan pengiriman 20 ton green beans kopi robusta ke Mesir senilai Rp1,3 miliar.
Krisdianto menambahkan capaian ini membuktikan koperasi desa mampu menggerakkan sektor riil, meningkatkan pendapatan petani, serta memperkuat ketahanan pangan daerah.
“Dengan pembiayaan LPDB, koperasi bisa memperkuat rantai pasok komoditas pertanian, termasuk jagung, dan memastikan kesejahteraan anggota meningkat secara nyata,” ujarnya.
Sementara itu, Pengawas KDMP Sidomulyo Kamiludin menyebut koperasi tersebut menjadi pionir dalam menembus pasar ekspor, tidak hanya ke Mesir tetapi juga ke Turki, China dan Kanada.
Ia menjelaskan tahun ini KDMP Sidomulyo telah menjalin kontrak ekspor empat kontainer kopi, dengan pengiriman perdana satu kontainer berisi 20 ton kopi robusta senilai Rp1,3 miliar.
Ia menambahkan, pada 2026 koperasi tersebut merencanakan kontrak ekspor dalam jumlah lebih besar, sekitar 3.000 hingga 5.000 ton kopi Jember ke Mesir secara langsung dari KDMP Sidomulyo.
Bupati Jember Muhammad Fawaid menyebut KDMP Sidomulyo Jember sebagai koperasi percontohan nasional karena menjadi yang pertama melakukan ekspor langsung komoditas kopi ke luar negeri.
Menurut dia, pembiayaan bergulir LPDB Koperasi memungkinkan koperasi melakukan akselerasi bisnis melalui ekspor.
“Kalau tahun ini kreditnya Rp800 jutaan, tahun depan harus lebih tinggi lagi. Ini bukan bantuan pemerintah, tapi kredit dari LPDB Koperasi,” ujarnya.
Baca juga: LPDB: Penguatan ekonomi pesantren meningkatkan kesejahteraan umat
Baca juga: LPDB: Pembiayaan koperasi syariah hingga Oktober capai Rp4,5 triliun
Baca juga: LPDB Koperasi bantu 56 koperasi dapat komitmen dana Rp105,1 miliar
Pewarta: Shofi Ayudiana
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.