Dari 108 kali kejadian, guncangan gempa bumi terbesar yang tercatat adalah 3,8 magnitudo dan yang terkecil 1,0 magnitudo

Bandung (ANTARA) - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Kelas 1 Bandung mencatat selama periode November 2025 telah terjadi 108 kejadian gempa bumi di Jawa Barat dan sekitarnya.

"Dari 108 kali kejadian, guncangan gempa bumi terbesar yang tercatat adalah 3,8 magnitudo dan yang terkecil 1,0 magnitudo,” kata Kepala Stasiun Geofisika BMKG Bandung Teguh Rahayu di Bandung, Senin.

Berdasarkan kedalaman, lanjut dia, pusat gempa bumi berkedalaman kurang dari 60 kilometer sebanyak 97 kejadian dan antara 60-300 kilometer 11 kejadian.

Baca juga: Waspada, Sumedang salah satu daerah sambaran petir tertinggi di Jabar

“Sepanjang periode bulan November 2025 terdapat delapan kali gempa bumi yang dirasakan,” kata dia.

Berdasarkan letak hiposenternya, kata Teguh, terjadi 42 gempa bumi yang berpusat di laut, sedangkan 66 kejadian gempa bumi lainnya berpusat di darat.

Lebih lanjut Teguh mengatakan salah satu gempa bumi terbesar pada November ini berkekuatan 3,8 magnitudo yang berpusat di Kabupaten Bandung, pada 20 November 2025, yang dirasakan di Kabupaten Bandung dan sekitarnya.

Baca juga: BMKG: Lima gempa terjadi di Jawa Barat dalam sehari

“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar aktif,” katanya.

BMKG Bandung memberikan rekomendasi bagi masyarakat untuk menghindari bangunan yang retak atau rusak yang diakibatkan oleh gempa.

Jika terjadi gempa bumi, kata dia, masyarakat agar tetap tenang, waspada, dan mengikuti arahan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat, serta informasi dari BMKG.

“Kami mengimbau jika terjadi gempa bumi, masyarakat diminta untuk tenang, waspada, serta tidak terpancing isu yang tidak bertanggung jawab,” kata Teguh Rahayu.

Baca juga: BMKG: Gempa dirasakan di Jakarta dipicu sesar busur belakang Jabar

Pewarta: Rubby Jovan Primananda
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.