Jakarta (ANTARA) - Perusahaan industri minyak dan gas bumi (migas) PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) mengumumkan penerbitan Obligasi Berkelanjutan I Energi Mega Persada Tahap I Tahun 2025 senilai Rp500 miliar.

Obligasi tersebut ditawarkan dalam tiga seri, diantaranya Seri A jangka waktu 1 tahun dengan kupon 6,75-7,25 persen, Seri B jangka waktu 3 tahun dengan kupon 7,50-8,25 persen, dan Seri C jangka waktu 5 tahun dengan kupon 8,50- 9,25 persen.

Wakil Direktur Utama ENRG Edoardus Ardianto dalam konferensi pers di Jakarta, Senin, menjelaskan dana yang terhimpun dari penerbitan obligasi akan digunakan untuk pembayaran utang ke bank dan lembaga keuangan non bank serta kebutuhan modal kerja.

Masa book building dijadwalkan pada 27 November 2025- 11 Desember 2025, dengan pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 23 Desember 2025.

Lalu, masa penawaran umum pada 29 Desember 2025- 2 Januari 2026, masa penjatahan pada 5 Januari 2026, pembayaran dari investor pada 6 Januari 2026, serta masa distribusi dan pembayaran kepada penerbit pada 7 Januari 2026.

Kemudian, ditargetkan secara resmi listing di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 8 Januari 2026.

Obligasi Berkelanjutan I Energi Mega Persada Tahap I Tahun 2025 merupakan bagian dari Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) Obligasi Berkelanjutan I Energi Mega Persada yang menargetkan pendanaan maksimal mencapai Rp4 triliun.

Obligasi tersebut telah memperoleh hasil pemeringkatan A+ (Single A plus) dari Pefindo, yang menempatkannya dalam kategori layak investasi.

Pewarta: Muhammad Heriyanto
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.