Jakarta (ANTARA) - Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto berkomitmen mengubah lahan kosong yang dimiliki Kementerian Imipas menjadi lahan produktif yang bermanfaat untuk warga binaan pemasyarakatan (WBP).
Agus saat mengunjungi Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Terbuka Kelas II B Kendal, Jawa Tengah, Selasa, menyatakan pemanfaatan lahan tersebut juga sekaligus berperan mendukung program ketahanan pangan nasional Presiden Prabowo Subianto.
"Kami bersama tim berusaha untuk mengelola lahan di Kendal seluas sekitar 100 hektare. Nanti kita bangun dan menjadi tempat untuk tempat pelatihan dan tempat kerja kepada warga binaan. Menurut informasi, bisa mempekerjakan sekitar 500 orang warga binaan," kata Agus, sebagaimana keterangan diterima di Jakarta.
Dalam kunjungan kerja itu, Agus yang didampingi Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari meninjau langsung pelaksanaan program ketahanan pangan yang menjadi bagian dari pembinaan kemandirian warga binaan.
Kunjungan kerja ini menjadi bagian dari upaya Kemenimipas memperkuat transformasi pembinaan, meningkatkan produktivitas lahan, dan mendorong kemandirian warga binaan pemasyarakatan melalui program ketahanan pangan.
Baca juga: Menteri Imipas: Total "upah" napi dari ketahanan pangan Rp700,15 juta
Agus mengamati satu per satu berbagai sarana di Lapas Terbuka Kendal, seperti kandang kambing, ayam, sapi, dekomposer, green house melon, kolam ikan tawar, dan tambak ikan bandeng.
Ia sekaligus berdiskusi dengan pendiri Rejofarm Integrated Farming Dimas Christy Kusuma Putra selaku pihak ketiga yang membantu mengembangkan beragam budidaya pertanian, perkebunan, dan perikanan di Lapas Kendal.
Selain itu, ia juga menebar benih ikan serta memberikan arahan mengenai tata kelola yang lebih efisien, termasuk pemanfaatan hasil panen untuk mendukung kebutuhan pangan dan penguatan program kemandirian.
Agus menekankan pentingnya optimalisasi lahan yang dimiliki lapas sebagai bagian dari kontribusi Kemenimipas terhadap program ketahanan pangan nasional.
Ia meminta jajarannya memastikan kegiatan pembinaan menghasilkan keterampilan yang dapat dimanfaatkan warga binaan pemasyarakatan setelah kembali ke masyarakat.
"Ini adalah suatu upaya dari kami untuk memanfaatkan lahan secara optimal, bisa melatih warga binaan sehingga mereka bisa mendapatkan pengalaman dan mudah-mudahan ada pendapatan nanti untuk bekal kembali ke masyarakat, sekaligus juga bisa kontribusi menggerakkan ekonomi di Kabupaten Kendal," ujarnya.
Baca juga: Kemenimipas perkuat ketahanan pangan lewat panen jagung di Sidoarjo
Baca juga: Kemenimipas optimalkan lahan di Nusakambangan dorong ketahanan pangan
Pewarta: Fath Putra Mulya
Editor: Didik Kusbiantoro
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.