Nagekeo memiliki kekayaan budaya dan situs sejarah religi Katolik yang kuat
Manggarai Barat, NTT (ANTARA) - Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), memperkuat kolaborasi untuk pengembangan wisata religi melalui penyusunan Paket Perjalanan Wisata Religi Katolik Labuan Bajo-Nagekeo.
"Nagekeo memiliki kekayaan budaya dan situs sejarah religi Katolik yang kuat, dengan hadirnya paket wisata ini, kami berharap wisatawan dapat menjelajahi lebih jauh kekhasan wilayah Flores tengah, sekaligus mendorong penguatan ekonomi lokal," kata Pelaksana tugas Direktur Utama BPOLBF Dwi Marhen Yono dalam keterangan yang diterima di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Selasa.
Ia menambahkan komitmen untuk memperkuat pengembangan wisata religi itu disampaikan dalam pertemuan antara Bupati Nagekeo Simplisius Donatus didampingi Kepala Dinas Pariwisata Nagekeo Silvester Teda Sada bersama BPOLBF di Mbai, Ibu Kota Kabupaten Nagekeo.
Ia juga menjelaskan dalam pertemuan tersebut, kedua pihak menyatakan kesiapan bekerja sama untuk mengemas paket wisata religi yang dapat dipasarkan kepada wisatawan yang berkunjung ke Labuan Bajo.
Paket wisata tersebut diharapkan menjadi pilihan perjalanan yang memperkaya pengalaman wisatawan, sekaligus membuka peluang pemerataan manfaat ekonomi bagi wilayah Nagekeo.
Ia juga menegaskan bahwa kolaborasi ini merupakan langkah penting dalam memperluas jangkauan destinasi di Pulau Flores.
“BPOLBF siap mendukung pengembangan paket wisata religi ini agar menjadi daya tarik yang dapat dipertimbangkan para wisatawan yang sudah datang ke Labuan Bajo yang diharapkan membuka peluang untuk mendorong konektivitas destinasi dan memperkuat persebaran ekonomi pariwisata," katanya.
Ia juga berharap kesepakatan bersama Pemkab Nagekeo tersebut dapat semakin menyempurnakan inisiatif pengembangan destinasi wisata religi Katolik di Kabupaten Nagekeo.
Sebelumnya, pada tahun 2024, BPOLBF bersama Keuskupan Agung Ende, Keuskupan Ruteng, Keuskupan Maumere, Keuskupan Larantuka, Keuskupan Labuan Bajo, dan dinas pariwisata di delapan kabupaten di Pulau Flores telah menyusun Peta Perjalanan Religi Katolik Pulau Flores beserta narasinya.
Peta perjalanan tersebut juga telah diluncurkan pada peringatan Hari Pariwisata Dunia pada 27 September 2024 di Labuan Bajo.
Baca juga: BPOLBF harap kekayaan budaya Desa Wisata Atakore terus dijaga
Baca juga: BPOLBF gencarkan GWP jaga kebersihan-keberlanjutan destinasi wisata
Baca juga: BPOLBF: Desa Wisata Golo Loni jadi inspirasi pariwisata berkelanjutan
Pewarta: Gecio Viana
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.