Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Indonesia sedang menyiapkan kredit keanekaragaman hayati (biodiversity credit) yang dimulai lewat kerja sama bersama sejumlah pihak yang diresmikan dalam Konferensi Perubahan Iklim PBB ke-30 (COP30) Brasil.

"Kemudian, kita juga membangun koalisi biodiversity dengan United Kingdom (UK) dan Prancis melalui panel biodiversity. Jadi, ini kita sedang menyusun serius langkah-langkah untuk meningkatkan biodiversity ini menjadi semacam biodiversity credit dengan mengikuti pembelajaran kelemahan dan kelebihan dari Paris Agreement," kata Menteri Lingkungan Hidup (LH), Hanif Faisol Nurofiq dalam sosialisasi hasil COP30 Brasil di Jakarta, Selasa.

Baca juga: RI butuh 757,6 miliar dolar AS untuk capai target perubahan iklim

Untuk memulainya, Indonesia dalam COP30 yang diadakan di Belem, Brasil itu telah menandatangani sejumlah nota kesepahaman dan kerja sama dengan beberapa negara dan organisasi internasional.

Dia memberikan contoh bagaimana Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) RI dan The Royal Foundation of The Prince and Princess of Wales telah menandatangani Letter of Intent (LoI) untuk memperkuat konservasi keanekaragaman hayati, pembangunan berkelanjutan, serta perang global melawan perdagangan ilegal satwa liar, dan kejahatan lingkungan.

Selain itu, KLH RI juga menandatangani MoU dengan Kementerian Energi dan iklim Inggris untuk memperkuat dan mengembangkan kerja sama dalam mitigasi dan adaptasi perubahan iklim, memperkuat tata kelola karbon, dan mendorong pembangunan rendah karbon yang berkelanjutan.

Indonesia juga meluncurkan Peta Jalan dan Panduan Aksi Ekosistem Karbon Biru Indonesia saat COP30, untuk memperkuat perlindungan, pemulihan, dan pengelolaan pesisir menuju ekonomi kelautan rendah karbon dan tahan iklim.

Kerja sama itu ikut mendukung langkah-langkah Indonesia mengatasi perubahan iklim, yang sudah didukung dengan penyerahan Second National Determined Contribution (NDC) untuk target iklim baru dan Rencana Adaptasi Nasional yang disyaratkan oleh Sekretariat UNFCCC.

Baca juga: Inggris dan ASEAN luncurkan inisiatif iklim baru di COP30

Baca juga: Menilik perjuangan aksi iklim Indonesia dalam COP30 di Brasil

Termasuk untuk mendukung perkembangan tata kelola nilai ekonomi karbon yang sekarang dikembangkan di Tanah Air.

"Maka, kalau ada yang bertanya, apakah Indonesia tergopoh-gopoh menyelesaikan nilai ekonomi karbon? Tidak sama sekali. Kami sangat percaya diri bahwa kita melakukan dengan fondasi-fondasi yang sangat kokoh untuk ini," katanya.

Pewarta: Prisca Triferna Violleta
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.