TNI masih periksa pilot anggota militer Amerika Serikat

TNI masih periksa pilot anggota militer Amerika Serikat

Illustrasi. Pesawat Latih Cessna Satu dari tiga kru pesawat latih Cessna asal Singapura menaiki tangga pesawat, sesaat sebelum terbang dari Lanud Supadio di Kabupaten Kubu Raya, Kalbar, Rabu (29/10). Pesawat latih jenis Cessna asal Singapura yang membawa tiga kru yaitu Tan Chin Kian (64), Xiang Bohong (25) dan Zheng Chen (24) yang dipaksa turun oleh TNI AU di Lanud Supadio pada Selasa (28/10) karena tidak memiliki ijin terbang di wilayah Indonesia tersebut, telah dibebaskan karena sudah melengkapi sejumlah dokumen ijin penerbangan dan akan langsung kembail ke Singapura. (ANTARA FOTO/Jessica Helena Wuysang)

Balikpapan (ANTARA News) - TNI Angkatan Udara (AU) masih melakukan pemeriksaan terhadap pilot pesawat kecil jenis Propeller First Engine Cessna dengan nomor lambung N96706 dengan pilot Letkol James Patrick Murphy (US Navy / Penerbang AL Amerika Serikat).

"Pilot diamankan di Pangkalan Udara Tarakan dan tetap diperlakukan dengan baik dan hari ini pemeriksaan masih dilanjutkan," kata Kepala Penerangan Komando Daerah Militer (Kapendam) VI/Mulawarman, Kolonel Inf Andi Gunawan di Balikpapan, Selasa.

Pihak perusahaan penerbangan penyewaan Aircraft Guarantee yang punya pesawat enggan mengkonfirmasi terkait izin rute penerbangan dari Filipina ke Singapura dengan menggunakan rute darurat, katanya.

"Apabila pilot menghindari cuaca buruk sebagaimana yang diakui oleh pilot tersebut saat pemeriksaan tadi sore," kata Andi.

Diantara pihak Kedutaan Besar Amerika Serikat dan perusahaan penerbangan Aircraft Guarantee belum bisa mengkonfirmasi masalah pelanggaran rute penerbangan dari Filipina ke bandara Selectar Singapura keluar dari rute yang seharusnya, katanya.

"Terkait status pilot. sebagai anggota militer Amerika Serikat masih menunggu proses pemeriksaan Security Clearance yang ditangani Mabes TNI yang hasilnya disampaikan ke Mabes TNI AU diteruskan kepada Pangkalan TNI AU Tarakan," kata Andi.

Proses izin Exit Permitt masih diurus oleh Kedubes Amerika Serikat kepada Kementerian Luar Negeri RI dan hasilnya masih menunggu, katanya.

"Semalam Pilot Murphy setelah menjalani pemeriksaan BO Air Nav Bandara Juwata Tarakan sampai pukul 19.45 Wita dikawal oleh pihak Provost AU ke tempat istirahat sementara di mess TNI AU Tarakan dengan pengawasan ketat oleh TNI," kata Andi.

Pewarta: Susylo Asmalyah
Editor: Kunto Wibisono
COPYRIGHT © ANTARA 2015

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar