Kolombo (ANTARA) - Setidaknya 275.000 anak termasuk di antara 1,4 juta orang yang terdampak oleh Siklon Ditwah di Sri Lanka, demikian menurut pernyataan Dana Anak-Anak PBB (UNICEF) pada Selasa (2/12).

UNICEF menyatakan bahwa mereka sangat prihatin atas kerusakan yang ditimbulkan siklon terhadap anak-anak dan layanan vital yang mereka andalkan.

Perwakilan UNICEF di Sri Lanka Emma Brigham mengatakan anak-anak sangat membutuhkan bantuan, dan badan tersebut harus berlomba melawan waktu untuk menjangkau keluarga-keluarga yang paling rentan.

Kerusakan yang meluas pada infrastruktur dan layanan esensial telah memaksa ribuan orang mengungsi ke tempat-tempat pengungsian sementara. Hal tersebut, sebut UNICEF, pada gilirannya akan meningkatkan risiko wabah penyakit, malanutrisi, dan gangguan emosional yang parah di kalangan anak-anak.

Menurut laporan Bank Dunia tahun 2025, tingkat kemiskinan di Sri Lanka telah meningkat dua kali lipat lebih sejak 2019, naik dari 11,3 persen menjadi 24,5 persen.

UNICEF menyatakan mereka bekerja sama dengan pemerintah dan para mitra untuk menilai kebutuhan dan memberikan bantuan darurat.

Badan tersebut sedang meningkatkan dukungan dan meminta dana tambahan untuk menyediakan air bersih, pasokan gizi, perawatan psikososial, dan paket pendidikan darurat bagi anak-anak dan ibu yang terpaksa mengungsi.

Lebih dari 400 warga Sri Lanka tewas akibat longsor dan banjir yang disebabkan oleh Siklon Ditwah.

Pewarta: Xinhua
Editor: Benardy Ferdiansyah
Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.