Jakarta (ANTARA) - BPJS Kesehatan merilis data sampel hingga mencapai 126,2 juta baris data guna meningkatkan mutu kesehatan nasional yang dibarengi dengan upaya perlindungan data pribadi.
Direktur Utama BPJS Kesehatan Ghufron Mukti dalam acara Peluncuran Data Sampel BPJS Kesehatan 2025 di Jakarta, Rabu, mengatakan, untuk memudahkan proses pengolahan data oleh peneliti, akademisi, praktisi, dan pihak-pihak terkait lainnya, BPJS Kesehatan telah menyediakan data sampel yang dirancang sedemikian rupa sehingga dapat merepresentasikan populasi nasional.
“Tahun 2025, BPJS Kesehatan meluncurkan data sampel kontekstual COVID-19 yang dapat digunakan untuk menganalisis dampak COVID jangka panjang (long COVID) terhadap pembiayaan layanan kesehatan. Data sampel ini juga bisa dimanfaatkan oleh peneliti mancanegara karena pandemi COVID terjadi secara global,” ujar Ghufron
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa sejak pertama kali dirilis pada tahun 2019, data sampel BPJS Kesehatan telah mengalami pengembangan yang signifikan.
Baca juga: BPJS koordinasi dengan pemda atasi masalah kurangnya tenaga kesehatan
Secara bertahap, BPJS Kesehatan menghadirkan variasi data sampel general dan kontekstual mengenai diabetes melitus, tuberkulosis, kesehatan ibu dan anak, hingga data sampel kontekstual terkait mental health.
Data sampel tersebut telah dimanfaatkan oleh lebih dari 1.000 pengguna dengan berbagai latar belakang, mulai dari akademisi, peneliti, mahasiswa, hingga regulator untuk mendukung riset ilmiah sampai penyusunan kebijakan kesehatan berbasis bukti yang adekuat.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Teknologi Informasi BPJS Kesehatan Edwin Aristiawan menuturkan ada penambahan jumlah data sampel sekitar 23,3 juta dari tahun 2024 ke 2025 sehingga total data sampel yang dirilis BPJS Kesehatan kini mencapai 126,2 juta baris data.
Edwin pun menegaskan, penyediaan data sampel juga dibarengi dengan upaya perlindungan data pribadi.
Baca juga: Menkes ingatkan perlunya peningkatan akses kesehatan untuk cakupan UHC
“Ada lebih dari 650 miliar data yang dikelola BPJS Kesehatan. Setiap detiknya ada 1.746 transaksi data yang terjadi di ekosistem Program JKN. Ada sekitar 40 institusi akademik dan institusi profesional, baik dalam maupun luar negeri, yang telah memanfaatkan data sampel BPJS Kesehatan. Oleh karena itu, keamanan data harus benar-benar dijaga," tegasnya.
Edwin menjelaskan, untuk mengakses data sampel, pertama masyarakat bisa membuka Portal Data JKN pada tautan https://data.bpjs-kesehatan.go.id/ dan melakukan registrasi akun terlebih dulu.
Setelah itu, lanjutnya, masyarakat bisa melengkapi formulir pengajuan yang berisi pertanyaan tentang keperluan akses, jenis data sampel yang diperlukan, deskripsi singkat, asal instansi, tanda pengenal, dan pakta integritas.
“Jika sudah mengisi, data akan otomatis dikirimkan melalui email yang didaftarkan pihak yang mengajukan permintaan data sampel. Bagi yang sudah memanfaatkan data sampel, mohon sampaikan hasil penelitiannya kepada kami supaya penelitian tersebut tidak berhenti di situ saja. Harapan kami, hasil penelitian tersebut bisa kami manfaatkan, kami tindak lanjuti, supaya membawa dampak yang lebih luas,” kata Edwin.
Baca juga: Kagum Program JKN, delegasi Afrika pelajari strategi BPJS Kesehatan
Baca juga: Wamenkes ingatkan pasien darurat harus ditangani RS, tak perlu rujukan
Pewarta: Hana Dewi Kinarina Kaban
Editor: Riza Mulyadi
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.