Air bersih merupakan kebutuhan paling mendesak bagi masyarakat terdampak bencana

Jakarta (ANTARA) - Palang Merah Indonesia (PMI) mengerahkan 60 truk tangki air berkapasitas 5.000 liter beserta 120 relawan untuk memperkuat layanan distribusi air bersih bagi masyarakat yang terdampak banjir dan longsor di Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh.

"Layanan air bersih menjadi prioritas utama PMI dalam respons bencana karena berpengaruh langsung terhadap kesehatan, kebersihan, dan keberlangsungan hidup masyarakat di masa darurat," kata Wakil Ketua Umum PMI Nanan Soekarna di Jakarta, Rabu.

Menurutnya, air bersih merupakan kebutuhan paling mendesak bagi masyarakat terdampak bencana, mengingat banyak sumber air dan infrastruktur pendukungnya rusak akibat banjir dan longsor. Oleh karena itu, pihaknya mengirimkan armada tangki air dalam jumlah besar untuk memastikan kebutuhan dasar ini dapat segera dipenuhi.

Pelepasan armada dilakukan oleh Wakil Ketua Umum PMI Nanan Soekarna, dan turut dihadiri oleh Direktur Utama Smesco, Doddy Akhmadsyah Matondang, di parkiran Gedung Smesco.

Baca juga: Kemensos kirim logistik dengan kapal dan helikopter ke Aceh Tamiang

Adapun pengiriman armada dilakukan melalui jalur laut dan darat. Truk tangki yang diberangkatkan melalui jalur laut akan menuju Aceh dan Medan, dengan estimasi perjalanan 2–3 hari. Sementara armada yang bergerak melalui jalur darat akan menuju Padang, yang diperkirakan menempuh perjalanan selama 2 hari.

Setibanya di lokasi, seluruh truk tangki air PMI akan langsung bergabung dengan layanan distribusi air bersih yang sudah berjalan sebelumnya di berbagai wilayah terdampak.

"Untuk memastikan pasokan yang aman dan layak konsumsi, PMI akan bekerja sama dengan PDAM setempat maupun menggunakan alat penjernih air untuk mengolah air menjadi air bersih," katanya.

Selain armada tangki air, pihaknya juga mengerahkan tiga unit kendaraan taktis Hagglund. Dua unit diberangkatkan dari Jakarta dan satu unit dari Padang.

Baca juga: BPBD Kota Serang tingkatkan kesiapsiagaan hadapi cuaca ekstrem

"Kendaraan ini dirancang untuk menembus medan ekstrem seperti lumpur tebal dan wilayah terisolasi, sehingga sangat penting dalam mendukung operasi pencarian, evakuasi korban, serta mobilisasi logistik," katanya.

Dengan pengerahan armada dan relawan ini, serta dukungan dari berbagai pihak, PMI berharap distribusi air bersih di Sumatera dan Aceh dapat berjalan lebih optimal dan membantu mempercepat pemulihan masyarakat pascabencana.

Baca juga: Polres Aceh Tenggara sediakan jaringan internet untuk korban banjir

Pewarta: Mecca Yumna Ning Prisie
Editor: Sambas
Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.