Muko-muko, Bengkulu (ANTARA) - Tidak ada kata terlambat untuk tujuan kemanusiaan. Apalagi menyelamatkan mereka yang sedang dirundung kemalangan hingga otaknya tidak tahu bagaimana cara menghentikan tetesan air mata.

Hati siapa yang tak terpanggil melihat hari-hari ini, tangisan anak di Sumatera Barat yang kehilangan ibunya, seorang ayah di Sumatera Utara yang menangis sesenggukan karena buah hatinya tidak diketahui keberadaannya. Atau saat melihat seorang petugas terlatih di Aceh menjerit karena tak kuasa lagi menahan kesedihan melihat tubuh-tubuh saudara mereka yang telah dingin dan membiru itu belum jua dikembalikan kepada keluarganya.

Dalam situasi genting inilah, Basarnas mengirimkan Kapal Negara (KN) Ganesha (SAR-105) sebagai kekuatan tambahan yang lengkap dengan muatan logistik makanan, obat-obatan, dan tim regu penyelamat.

Di tengah eskalasi laporan korban banjir bandang dan tanah longsor yang menghantam Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh sejak 25 November, kapal andalan Basarnas itu kini menjadi salah satu tumpuan utama dalam misi pencarian dan pertolongan yang kian dikejar waktu.

Kapal berukuran lebih dari 60 meter itu menyandang fungsi sebagai pos bergerak SAR yang mampu mengevakuasi, menyalurkan logistik, hingga pencarian korban di kawasan pesisir yang akses jalannya terputus.

KN Ganesha (SAR-105) untuk pelayaran operasi SAR darurat bencana bersandar di Dermaga Inggom, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta sebelum menuju Padang Sumatera Barat lalu ke Sibolga, Sumatera Utara, Senin (1/12/2025) ANTARA/M Riezko Bima Elko Prasetyo

Dengan kemampuan jelajah panjang, Ganesha menjadi “jembatan air” yang menghubungkan wilayah terdampak yang setidaknya sudah sembilan hari terisolasi akibat cuaca ekstrem dan kerusakan infrastruktur.

Deru mesin ganda Ganesha memecah kesunyian bersiap untuk memulai misinya dari Dermaga Inggom, Tanjung Priok, Jakarta, begitu rangkaian laporan bencana dari Sumatera meningkat dalam waktu singkat.

Editor: Sapto Heru Purnomojoyo
Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.