Jakarta (ANTARA) - Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo mengatakan bahwa buruh merupakan pahlawan devisa negara sehingga harus dijaga.

“Rekan-rekan (buruh) adalah pahlawan-pahlawan devisa sehingga tentunya buruh harus terus tetap dijaga, terus tetap dirawat,” katanya dalam acara Pembukaan Rapimnas Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) di Istora Senayan, Jakarta, Rabu.

Sigit yang baru diangkat menjadi Ketua Dewan Penasihat KSPSI itu menilai, apabila buruh sejahtera, maka Indonesia akan menjadi maju. Maka dari itu, ia menekankan agar iklim investasi harus tetap dijaga.

Adapun salah satu langkah untuk menangani permasalahan industrial adalah melalui Desk Ketenagakerjaan Polri.

Sigit meminta agar Desk Ketenagakerjaan Polri terus berkontribusi dan mendukung penuh dalam menyelesaikan permasalahan ketenagakerjaan, terutama yang terkait dengan permasalahan hubungan industrial.

Polri, kata dia, akan memberikan pelatihan kepada ribuan penyidik di bidang ketenagakerjaan agar semakin profesional dan bisa membantu menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang terkait dengan masalah buruh secara komprehensif dan berkeadilan.

Selain itu, Desk Ketenagakerjaan Polri juga terus berupaya melakukan mediasi sosial kepada buruh yang terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK).

Ia mengatakan bahwa Polri dan jajaran KSPSI akan bekerja sama untuk memfasilitasi penyaluran buruh-buruh yang terdampak PHK agar bisa kembali bekerja dan bisa menjadi pegawai tetap di beberapa perusahaan.

“Mudah-mudahan di awal Januari 2026 nanti kita akan memberangkatkan kembali teman-teman yang terdampak PHK untuk mendapatkan tempat kerja yang baru," katanya.

Pada Rabu ini, Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo dikukuhkan menjadi Ketua Dewan Penasihat KSPSI.

Sigit yang mengemban jabatan baru tersebut pun menegaskan komitmennya soal mengawal hak dan kesejahteraan elemen buruh di Indonesia.

“Tentunya saya selaku penasihat selalu memberikan masukan dan saran terkait dengan bagaimana memperjuangkan hak-hak buruh, kesejahteraan buruh. Namun tetap melalui koridor yang konstruktif yang tertib," ucapnya.

Dengan begitu, ujarnya, pesan yang disuarakan buruh selama ini bisa tersampaikan dan tidak timbul distorsi iklim perusahaan.

Pewarta: Nadia Putri Rahmani
Editor: Hisar Sitanggang
Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.