Jakarta (ANTARA) - Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Mahendra Siregar mengatakan aksi "goreng-menggoreng" saham oleh pihak yang tidak bertanggung jawab, tidak akan mempengaruhi harga saham apabila batas free float emiten dan likuiditasnya besar.
Begitupun sebaliknya, Ia menjelaskan aksi "goreng-menggoreng" saham akan mudah mempengaruhi harga saham apabila batas free float emiten dan likuiditasnya kecil.
“Kalau likuiditas maupun perdagangannya itu terlalu tipis dan tentu hal-hal berkaitan dengan pembentukan harga pasar gampang sekali dipengaruhi. Itu harus dipertebal antara lain meningkatkan free float," ujar Mahendra dalam wawancara cegat di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu.
Menurut dia, dengan free float besar dan aktivitas perdagangan makin lebar, maka tidak mudah untuk mempengaruhi harga lagi.
Baca juga: Komisi XI setujui usulan OJK naikkan batas free float ke 10-15 persen
Seiring dengan itu, OJK bersama BEI telah mengajukan usulan dalam rangka menaikkan batas free float untuk continuous listing obligation dari saat ini sebesar 7,5 persen menjadi minimal 10-15 persen sesuai dengan nilai kapitalisasi pasar, yang telah disetujui oleh Komisi XI DPR RI.
Pihaknya menjanjikan bahwa emiten yang menaikkan batas free float, akan diberikan insentif fiskal berupa keringanan Pajak Penghasilan (PPh) Badan.
Lebih lanjut, Mahendra memastikan bahwa OJK akan melakukan penindakan terhadap pihak-pihak tidak bertanggung jawab yang melakukan aksi "goreng-menggoreng" saham.
Pewarta: Muhammad Heriyanto
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.