Jakarta (ANTARA) - Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Perkasa Roeslani menyampaikan, jumlah pelaku usaha yang telah memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB) kini mencapai 14,6 juta, dengan mayoritas usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

"Kita laporkan perusahaan yang tercatat di kami melalui NIB itu sudah 14,6 juta, walaupun sebagian besar itu adalah UMKM. Kalau perusahaan besarnya itu kurang lebih per 3 Desember ini adalah lebih dari 91 ribu usaha besar," ujar Rosan di Jakarta, Rabu.

Rosan juga mengungkapkan pihaknya sedang membahas penyempurnaan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) dengan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti pada Rabu malam.

Ia mengatakan, pembaruan KBLI menjadi krusial untuk menyesuaikan klasifikasi usaha dengan perkembangan ekonomi yang kian dinamis.

Baca juga: BKPM optimistis target investasi Rp13 ribu triliun dicapai 5 tahun

"KBLI yang baru ini nanti akan disempurnakan, sesuai dengan perkembangan yang ada karena banyak bidang-bidang yang KBLI belum ada sehingga dengan ini bisa menganalisa untuk memotret perekonomian kita lebih baik dan tepat," katanya.

Pembaruan KBLI itu nantinya diintegrasikan ke dalam sistem Online Single Submission (OSS) dan digunakan sebagai basis pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026.

Menurut Rosan, langkah ini akan membuat data usaha di Indonesia lebih terekam secara lengkap dan akurat.

Pewarta: Bayu Saputra
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.