Jakarta (ANTARA) - Para penjual yang menjual berbagai barang dagangannya di e-commerce semakin mengerti pentingnya manfaat biaya promosi pada platform tersebut.

“Promo seperti tanggal kembar dan fitur pengiriman gratis itu sebenarnya efektif banget untuk menarik pembeli,” kata seorang pengusaha muda asal Bogor, Jawa Barat, Ana Khairani di Jakarta, Kamis.

Anna memahami bahwa karakter pembeli di platform e-commerce saat ini masih sangat dipengaruhi oleh promo dan potongan harga. Menurutnya, kampanye tanggal kembar, terutama 12.12 menjadi ajang besar yang hampir seluruh platform e-commerce gaungkan untuk mendorong masyarakat berbelanja di akhir tahun.

Di momentum itulah ia memperkenalkan batik produksinya, yang memiliki ciri khas tersendiri dibandingkan batik lain. Harapannya, gelaran promosi akhir tahun dapat menarik konsumen baru, sembari menjaga agar pelanggan loyal tetap bertahan.

“Kami juga fokus pada kualitas produk dan loyalitas pelanggan,” ujar Ana yang memiliki toko daring di salah satu platform e-commerce dengan nama Batik Organik.

Baca juga: Shopee secara global rayakan 10 tahun berdayakan UMKM bisnis lokal

Namun Ana menyadari, menjalankan strategi pemasaran di e-commerce tidak datang tanpa biaya. Seluruh fitur promosi; mulai dari gratis ongkos kirim (ongkir), voucher toko, potongan komisi, hingga diskon pada jam tertentu, sudah ia hitung secara cermat. Baginya, biaya tersebut merupakan bagian dari modal produksi sekaligus investasi untuk memperluas jangkauan mereknya di pasar daring yang sangat kompetitif.

“Tentu salah satu strategi yang juga banyak dilakukan seller lain adalah menyesuaikan harga produk untuk menutupi biaya tersebut, sehingga margin tetap terjaga. Penyesuaian harga ini kami lakukan dengan hati-hati agar tidak memberatkan pembeli dan tetap kompetitif di pasar,” sambungnya.

Pandangan Ana ini sejalan dengan riset terbaru Katadata Insight Center (KIC) terhadap 602 pengusaha UMKM. Mayoritas responden menilai biaya yang dikeluarkan di platform e-commerce sebagai bagian dari strategi bisnis, dengan skor rata-rata 8,39 (skala 1–10).

Temuan ini menunjukkan bahwa sebagian besar pelaku usaha memang mengalokasikan biaya platform dalam rencana strategis mereka. Temuan lain menunjukkan, biaya admin dipandang sebagai investasi (skor 8,45) yang berkontribusi pada peningkatan penjualan dan eksposur produk.

Baca juga: Lewis Emma lawan "thrifting" dengan kedepankan daya tahan produk

“Ketiga, seller menilainya dari segi hasil (8,31); dan keempat, sebagai kontribusi (8,56). Ini memperkuat temuan bahwa mayoritas seller benar-benar merasakan dampak nyata dari biaya yang mereka keluarkan terhadap performa bisnis,” demikian laporan survei yang dilakukan pada 19 September–9 Oktober 2025 tersebut.

Selain Ana, pengusaha lain, Ruly Santana, turut melihat biaya admin maupun biaya promosi di platform belanja daring sebagai bentuk investasi. Ia memahami betul bahwa tren berjualan daring memberikan jangkauan pasar yang jauh lebih luas.

“Yang membedakan di e-commerce adalah peningkatan traffic dan kemudahan menjaring pelanggan baru. Itu sangat membantu,” ujarnya.

Pengusaha yang memproduksi ayam kemasan dengan nama Haytung Chicken ini mengaku rutin mengikuti berbagai program fitur penjualan; seperti tanggal kembar, flash sale, tanggal gajian, hingga promo harian.

“Program promo dan kampanye itu perlu dihitung matang. Saya akhirnya mencocokkan semua biaya yang dikeluarkan dengan stok produk yang harus disiapkan,” katanya.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, pemerintah menempatkan Harbolnas 12.12 sebagai momentum penting untuk mendorong belanja daring sekaligus memacu multiplier effect bagi perekonomian negara. Setiap gelaran Harbolnas, pemerintah berharap penjualan produk dalam negeri meningkat, diikuti kenaikan aktivitas di sektor transportasi, logistik, dan layanan pendukung lainnya.

Tahun lalu, pemerintah memproyeksikan nilai transaksi belanja daring mencapai Rp487 triliun. Angka tersebut terus menunjukkan tren kenaikan dari tahun ke tahun.

Baca juga: Lewis Emma perluas jaringan ekspor regional melalui program Shopee

Baca juga: ShopeeFood dan Serly One Bite Big Bite beri diskon rame-rame

Baca juga: Pengusaha UMKM kembangkan bisnis dengan manfaatkan pemasaran digital

Pewarta: Hreeloita Dharma Shanti
Editor: Mahmudah
Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.