Tim trauma healing yang dikirim sebanyak 12 orang. Selain tim tersebut Polda Aceh juga mengirim 10 paramedis serta sebanyak 115 personel Bawah Kendali Operasi (BKO) dan polwan dari Mabes Polri
Banda Aceh (ANTARA) - Polda Aceh mengirim tim trauma healing atau pemulihan kesehatan mental masyarakat terdampak bencana ke lokasi banjir di Kota Langsa dan Kabupaten Aceh Tamiang.
Kepala Bidang Humas Polda Aceh Kombes Pol Joko Krisdiyanto di Banda Aceh, Kamis, mengatakan pengiriman tim pemulihan trauma untuk memulihkan psikologi korban bencana alam tersebut.
"Tim trauma healing yang dikirim sebanyak 12 orang. Selain tim tersebut Polda Aceh juga mengirim 10 paramedis serta sebanyak 115 personel Bawah Kendali Operasi (BKO) dan polwan dari Mabes Polri," kata Joko Krisdiyanto.
Baca juga: Polda Aceh siapkan akses internet di lokasi bencana
Selain personel, kata dia, Polda Aceh juga mengirimkan bantuan pangan ke wilayah banjir di Kota Langsa dan Kabupaten Aceh Tamiang. Bantuan tersebut sebagai wujud respons kepolisian terhadap masyarakat yang ditimpakan musibah.
Joko Krisdiyanto mengatakan tim pemulihan trauma dan tim kesehatan serta personel dukungan kebencanaan beserta bantuan kemanusiaan tersebut dikirim menggunakan Kapal Wisanggeni 8005 di Pelabuhan Krueng Geukueh, Kabupaten Aceh Utara.
"Selanjutnya personel dan bantuan untuk korban bencana dibawa menuju Pelabuhan Kuala Langsa. Kapal dengan misi kemanusiaan tersebut diberangkatkan pada Kamis (4/12) pagi," kata Joko Krisdiyanto.
Baca juga: Polri distribusi air bersih & bantu bersihkan rumah korban banjir Agam
Ia mengatakan personel kepolisian di wilayah bencana tersebut bekerja sesuai tugas pokok dan fungsinya untuk membantu masyarakat terdampak banjir di Kota Langsa dan Kabupaten Aceh Tamiang.
"Polda Aceh dan jajaran terus mendukung upaya penanganan korban banjir serta pemulihannya, baik di Kota Langsa dan Kabupaten Aceh Tamiang, maupun wilayah lainnya di Provinsi Aceh," kata Joko Krisdiyanto.
Baca juga: Polri kerahkan kapal untuk kirim bantuan ke Aceh Tamiang
Pewarta: M.Haris Setiady Agus
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.