Sanaa (ANTARA) - Kelompok Houthi Yaman, Rabu (3/12), membebaskan 10 awak kapal, termasuk sembilan warga Filipina, nyaris lima bulan setelah mereka ditahan menyusul tenggelamnya kapal kargo Eternity C di Laut Merah, lepas pantai Yaman barat.
Xinhua melaporkan, Kamis, saluran televisi yang dikelola Houthi, Al-Masirah TV, menyebut bahwa para pelaut tersebut dibebaskan melalui mediasi Oman. Mereka pun dipindahkan dari Sanaa ke Muscat, ibu kota Oman.
Pada 9 Juli 2025, Houthi mengumumkan bahwa kapal Eternity C telah tenggelam sepenuhnya dan sejumlah awak kapal telah dipindahkan ke "lokasi aman", dua hari setelah kapal tersebut diserang di Laut Merah.
Kapal kargo komersial Eternity C yang berlayar di bawah bendera Liberia itu diserang oleh rudal Houthi saat melintasi Laut Merah sekitar 51 mil laut atau sekitar 94,4 km di sebelah barat Hodeidah, Yaman.
Sejak November 2023, Houthi melakukan serangan di Laut Merah terhadap kapal-kapal yang mereka klaim berkaitan dengan Israel, di tengah konflik yang sedang berlangsung antara Gerakan Perlawanan Islam Palestina (Hamas) dan militer Israel di Jalur Gaza. Israel merespons dengan serangan udara dalam beberapa kesempatan.
Kelompok tersebut menghentikan operasi maritimnya setelah Israel dan Hamas mencapai kesepakatan pada Oktober untuk mengakhiri perang di Jalur Gaza.
Pewarta: Xinhua
Editor: Michael Teguh Adiputra Siahaan
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.