Sydney (ANTARA) - Otoritas kesehatan New South Wales (NSW), Australia, mengeluarkan peringatan dini terkait dua virus yang ditularkan melalui nyamuk menjelang musim panas 2025–2026.

NSW Health melaporkan bahwa virus ensefalitis Jepang (Japanese encephalitis/JE) dan virus Kunjin terdeteksi lebih cepat dari perkiraan.

Deteksi pertama virus JE ditemukan pada nyamuk di negara bagian tetangga, Victoria, pada akhir November. Sementara itu, virus Kunjin teridentifikasi dalam sampel darah seekor ayam di NSW bagian barat pada 20 November.

Kedua virus tersebut dapat menyebabkan pembengkakan otak, gangguan neurologis permanen, hingga kematian.

Direktur Perlindungan Kesehatan NSW Stephen Conaty menyebut temuan awal ini sebagai sinyal yang mengkhawatirkan.

“Jumlah nyamuk kemungkinan akan meningkat seiring cuaca yang kian menghangat, dan kami mengingatkan semua orang di NSW untuk melindungi diri dari gigitan nyamuk,” ujarnya.

Terdapat 60 wilayah pemerintahan lokal di NSW tempat risiko penularan JE dinilai lebih tinggi. Warga setempat maupun pengunjung diminta meningkatkan kewaspadaan.

Pemerintah menyediakan vaksin JE secara gratis bagi siapa saja yang tinggal atau bekerja rutin di salah satu wilayah tersebut.

Pada Februari dan Maret tahun ini, NSW mencatat kematian dua pria berusia 70-an akibat JE, menjadi kasus kematian pertama di negara bagian tersebut sejak 2022.

Pewarta: Xinhua
Editor: Primayanti
Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.