Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak menyebut bahwa persentase perempuan yang melaporkan kekerasan yang dialaminya tercatat menurun berdasarkan hasil Survei Pengalaman Hidup Perempuan Nasional (SPHPN) 2024.

"Jika dibandingkan dengan hasil SPHPN 2021, tingkat pelaporan perempuan cenderung menurun dari 12,2 persen menjadi 11,3 persen," kata Deputi Bidang Perlindungan Hak Perempuan KemenPPPA Desy Andriani pada peluncuran Hasil Analisis Mendalam Survei Pengalaman Hidup Perempuan Nasional (SPHPN) 2024 di Jakarta, Kamis.

Padahal kesadaran perempuan terhadap kekerasan sudah cukup tinggi dan terus meningkat.

"Temuan SPHPN 2024 menunjukkan bahwa kesadaran perempuan terhadap kekerasan sudah cukup tinggi dan terus meningkat," kata Desy Andriani.

Ada sebanyak 78,1 persen perempuan menyatakan bahwa seorang suami tidak dibenarkan memukul istrinya dalam kondisi apapun.

Angka ini meningkat dibandingkan data SPHPN 2021 yang menunjukkan semakin kuatnya pemahaman dan penolakan perempuan terhadap tindakan kekerasan.

Namun ternyata meningkatnya kesadaran terhadap kekerasan belum diiringi dengan tingginya pelaporan kepada lembaga atau pihak berwenang.

"Dari seluruh perempuan yang pernah mengalami kekerasan fisik dan atau seksual oleh pasangan, hanya 11,3 persen yang pernah melapor ke lembaga atau pihak berwenang," kata Desy Andriani.

KemenPPPA berharap peluncuran SPHPN 2024 ini akan lebih mengoptimalkan kolaborasi, dukungan, dan sinergi dengan kementerian/lembaga, dan pihak terkait, serta menjamin prinsip saling melengkapi dan mencegah duplikasi program.

Analisis mendalam SPHPN 2024 telah mendapat masukan komprehensif dari Kementerian/Lembaga, LSM, tokoh masyarakat, dan lembaga internasional antara lain Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Bappenas, BPS, Kementerian Kesehatan, Komnas Perempuan, Pusat Kajian Gender UI, Komisi Nasional Stabilitas, PBNU, UNFPA, UN Women, dan WHO.

Baca juga: SPHPN: 8,1 persen perempuan di kota alami kekerasan seksual elektronik
Baca juga: SPHPN 2024: Satu dari enam perempuan alami kekerasan oleh selain pasangan

Pewarta: Anita Permata Dewi
Editor: Riza Mulyadi
Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.