Bantuan tersebut diharapkan dapat mendukung pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat selama masa pemulihan pasca bencana.

Jakarta (ANTARA) - PT Pelabuhan Tanjung Priok atau PTP Nonpetikemas mengirim bantuan logistik untuk korban banjir dan tanah longsor di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara, guna mempercepat pemulihan, meringankan beban warga, serta memastikan kebutuhan dasar tetap terpenuhi.

Direktur Utama PTP Nonpetikemas Indra Hidayat Sani mengatakan dalam aksi tanggap darurat itu, pihaknya berkolaborasi dengan Pelindo Group menyalurkan bantuan berupa kebutuhan pangan esensial seperti beras, telur, minyak goreng, susu, air mineral, biskuit dan bahan makanan kering lainnya, termasuk kasur lipat serta kebutuhan bayi.

"Bantuan tersebut diharapkan dapat mendukung pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat selama masa pemulihan pascabencana," kata Indra dalam keterangan di Jakarta, Jumat.

Dia menyampaikan, pihaknya mengirimkan bantuan darurat secara bertahap pada 1-3 Desember 2025 ke tiga titik paling terdampak, yakni Kota Lhokseumawe (Aceh), Kota Sibolga (Sumatera Utara), dan Kota Padang (Sumatera Barat). Bantuan dikirim melalui program TJSL PTP Peduli Sosial bekerja sama dengan Pelindo Group.

Khusus penyaluran ke Sibolga, kata dia, bantuan dikirim dari Pelabuhan Teluk Bayur karena pasokan kebutuhan pokok di wilayah tersebut mulai terbatas.

Pengiriman menggunakan kapal roro KM Jatra II milik PT ASDP, yang mendapat izin deviasi pelayaran dari Kementerian Perhubungan untuk mendukung misi kemanusiaan.

"Di tengah upaya penyaluran bantuan, PTP Nonpetikemas Cabang Teluk Bayur tetap beroperasi normal untuk menjaga kelancaran arus logistik dan mendukung percepatan pemulihan ekonomi daerah," ujarnya.

Indra juga menyampaikan dukungan itu merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat.

"Kami berupaya hadir di tengah masyarakat, terutama ketika mereka menghadapi masa sulit. Semoga kondisi di wilayah terdampak segera pulih dan masyarakat diberikan kekuatan menghadapi situasi ini,” ujar Indra.

SM Sekretaris Perusahaan PTP Nonpetikemas Fiona Sari Utami menegaskan perusahaan akan terus memperkuat program TJSL yang bersifat responsif dan berdampak.

"Kami memastikan bahwa program TJSL tidak hanya berorientasi pada pembangunan jangka panjang, tetapi juga sigap menjawab kebutuhan mendesak masyarakat di lapangan,” ujar Fiona.

Selain penyaluran bantuan perusahaan, aksi solidaritas juga datang dari peran aktif pekerja PTP Nonpetikemas. Merespons cepat, para pekerja turut mengumpulkan dan menyalurkan bantuan logistik berisi kebutuhan darurat untuk meringankan beban masyarakat terdampak.

Seluruh bantuan tersebut dipusatkan melalui posko bantuan Kementerian Perhubungan dan TNI Angkatan Laut sebagai bentuk sinergi dan aksi cepat tanggap dalam memastikan distribusi bantuan sampai ke titik-titik yang membutuhkan.

Ia mengaku pihaknya berkomitmen untuk terus bersinergi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah dan lembaga kemanusiaan, dalam memastikan bantuan tersalurkan tepat sasaran.

"Aksi bantuan ini sekaligus menjadi wujud kontribusi PTP Nonpetikemas dalam mendukung ketahanan sosial di wilayah operasinya dan sekitarnya," katanya lagi.

Baca juga: Kemenhub salurkan bantuan logistik bagi korban bencana di Sumatera

Baca juga: Jangkau Langsa, Pertamina Tempuh Jalur Laut untuk Evakuasi, Distribusi Logistik dan Membuka Komunikasi di Titik Terisolasi

Pewarta: Muhammad Harianto
Editor: Budisantoso Budiman
Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.