Tokyo (ANTARA) - Jepang pada Kamis (4/12) memulai putaran ke-17 pembuangan air limbah yang terkontaminasi nuklir dari Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Fukushima Daiichi yang rusak ke laut.

Operasi pembuangan yang dimulai pada Kamis itu dijadwalkan berlangsung hingga 22 Desember dan akan melepaskan sekitar 7.800 ton air limbah, demikian menurut Tokyo Electric Power Company Holdings.

Perusahaan itu juga mengakui dampak ekonomi dari pembuangan tersebut, melaporkan bahwa penurunan harga produk makanan laut (boga bahari) dan produk terkait telah mengakibatkan pembayaran kompensasi mencapai 85 miliar yen (1 yen = Rp107) hingga 26 November.

Meskipun mendapat penolakan dari nelayan setempat, warga, dan masyarakat internasional, pembuangan air limbah yang terkontaminasi nuklir Fukushima ke laut telah dimulai pada Agustus 2023, dan total 125.488 ton air limbah telah dilepaskan hingga putaran ke-16. Putaran ke-18 diperkirakan akan dilaksanakan sekitar Maret tahun depan.

Pewarta: Xinhua
Editor: Benardy Ferdiansyah
Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.