Hanoi (ANTARA) - Vietnam berencana mendirikan hingga 10 zona perdagangan bebas (free trade zone/FTZ) di seluruh negeri per 2045 sebagai bagian dari upaya untuk menciptakan pendorong pertumbuhan baru sekaligus meningkatkan daya saing internasional, demikian menurut laporan portal pemerintah Vietnam pada Jumat (5/12).

Berdasarkan proposal yang diajukan oleh Kementerian Keuangan Vietnam dalam rapat pemerintah pada Jumat pagi waktu setempat, negara tersebut diperkirakan akan memulai uji coba FTZ di kota-kota besar pada 2026, termasuk kota pelabuhan Hai Phong di utara, Kota Da Nang di wilayah tengah, dan Ho Chi Minh City di pusat selatan.

Negara di Asia Tenggara tersebut berencana untuk mengembangkan sekitar enam hingga delapan FTZ dan model serupa di daerah-daerah dengan kondisi yang menguntungkan hingga tahun 2030, menurut proposal tersebut.

Pada 2045, semua FTZ tersebut secara keseluruhan diperkirakan akan berkontribusi sebesar 15 hingga 20 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Vietnam, tulis laporan itu.

Pewarta: Xinhua
Editor: Hanni Sofia
Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.