Manado (ANTARA) - Polda Sulawesi Utara (Sulut) mendistribusikan sebanyak 25 ton bahan kebutuhan pokok untuk membantu korban bencana alam di Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat.
"Ini bentuk kepedulian kami dan sudah terkumpul sementara sebanyak 25 ton sembako mulai dari beras kemudian minyak goreng kemudian mi instan termasuk juga air kemasan," kata Wakapolda Sulut Brigjen Pol. Awi Setiyono di Manado, Jumat.
Menurut Wakapolda, bahan kebutuhan pokok yang dikirimkan sangat dibutuhkan sehingga diharapkan semua personel Polda Sulut dapat berdonasi membantu warga terdampak bencana di wilayah Sumatera tersebut.
"Untuk teknis pengirimannya diserahkan ke Kabid Humas menjadi LO yang nantinya akan berkoordinasi dengan Polda Aceh, Polda Sumatera Utara dan Polda Sumatera Barat," katanya.
Wakapolda juga mengimbau masyarakat Sulawesi Utara waspada terhadap kondisi cuaca yang sedang tidak baik.
Baca juga: Pemprov Sulut kucurkan Rp1,5 miliar bantu korban bencana Sumatera
"Kita pada akhir November Polda Sulut juga sudah melaksanakan upacara tanggap bencana. Tentunya ini juga kami sampaikan kepada seluruh masyarakat Sulawesi Utara untuk waspada," ujarnya.
Apalagi, kata dia,berdasarkan informasi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) ada peringatan dini cuaca terkait dengan siklon yang dapat menimpa wilayah Sulawesi Utara.
"Ada beberapa daerah yang disebutkan termasuk Sulawesi Utara. Kami juga berharap warga mewaspadai curah hujan yang sudah mulai tinggi. Kondisi ini dapat menyebabkan tanah longsor dan musibah banjir," kata Wakapolda menambahkan.
Baca juga: Bantuan Kemensos telah sampai di 6 daerah Sumut yang terdampak bencana
Baca juga: NUCare-Lazisnu kirim bantuan untuk warga terdampak banjir di Sumatera
Baca juga: Kemenko Polkam salurkan 1.000 paket bantuan banjir di Pidie Jaya
Baca juga: Kemenkes kirim obat, alkes pastikan layanan kesehatan di Sumatera
Pewarta: Karel Alexander Polakitan
Editor: Triono Subagyo
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.