Jakarta (ANTARA) - Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat mendistribusikan bantuan logistik pemerintah untuk masyarakat terdampak bencana di Kabupaten Gayo Lues, Aceh.
“Kita terus lakukan koordinasi dengan BNPB, anggota DPR RI, ada Komisi VIII. BNPB akan terus mengonsolidasikan dan mendorong bantuan agar terus masuk ke sini," kata Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Jumat.
Hal itu dikatakan Muhaimin Iskandar saat mengunjungi Desa Palok, Kecamatan Blangkejeren, Kabupaten Gayo Lues, Aceh, yang masih terisolasi akibat bencana banjir bandang dan longsor.
Pihaknya juga berdialog dengan masyarakat untuk memastikan setiap korban terdampak mendapatkan bantuan tanpa ada yang tertinggal.
Bencana banjir dan longsor membuat sekitar 14.000 warga mengungsi.
Bencana hidrometeorologi ini juga membuat sejumlah jalan nasional dan jembatan terputus sehingga Gayo Lues yang didominasi pegunungan dan lembah menjadi terisolir.
Menurut dia, pemulihan akses ke Gayo Lues menjadi salah satu hal yang diprioritaskan pemerintah agar distribusi bantuan kepada masyarakat terdampak berjalan efektif dan efisien.
Baca juga: Bantuan Kemensos telah sampai di 6 daerah Sumut yang terdampak bencana
"Kita terus akan mencurahkan perhatian pada percepatan penanganan infrastruktur terutama jalan yang putus, jalan nasional yang menghubungkan Gayo Lues dengan Medan," kata Muhaimin Iskandar.
Sejak Rabu (3/12) hingga Kamis (4/12) Kemenko Pemberdayaan Masyarakat telah mendistribusikan bantuan ke Gayo Lues dengan menggunakan pesawat udara.
Bantuan yang telah didistribusikan, yakni sembako 1,38 ton, mie instan 100 kardus, obat-obatan 20 kg, biskuit 415 kg, 100 lembar selimut hingga satu unit starlink.
Sementara Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyampaikan jumlah korban meninggal dunia dalam bencana banjir bandang dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, serta Sumatera Barat tercatat 867 orang per Jumat sore.
"Total di tiga provinsi ini 867 korban meninggal dunia," kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari.
Rinciannya, di Aceh ada 345 korban jiwa, di Sumut 312 korban jiwa, dan di Sumbar 210 korban jiwa.
Sementara 521 orang masih dinyatakan hilang, yang terdiri dari di Aceh tercatat ada 174 orang, di Sumut ada 133 orang dan di Sumbar sebanyak 214 orang.
Baca juga: Kemenko Polkam salurkan 1.000 paket bantuan banjir di Pidie Jaya
Baca juga: Kemenkes kirim obat, alkes pastikan layanan kesehatan di Sumatera
Pewarta: Anita Permata Dewi
Editor: Triono Subagyo
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.