Kuala Lumpur (ANTARA) - Monsun timur laut dan banjir telah menyebabkan kerugian pada infrastruktur publik hingga sekitar 330 juta ringgit (1 ringgit = Rp4.048) atau 80,2 juta dolar AS (1 dolar AS = Rp16.646), menurut Kementerian Pekerjaan Umum Malaysia.
Menteri Pekerjaan Umum Malaysia Alexander Nanta Linggi pada Kamis (4/12) mengungkapkan angka itu diperkirakan bukan jumlah akhir dan kerusakan lebih lanjut dapat terjadi akibat cuaca buruk.
Nanta menyebutkan kementeriannya memiliki alokasi inti untuk pekerjaan perbaikan segera dan permintaan dana tambahan akan diajukan ke Kementerian Ekonomi Malaysia dan Kementerian Keuangan Malaysia jika biaya keseluruhannya melebihi anggaran yang ada.
Ia juga menjelaskan persetujuan terbaru tentang alokasi dana khusus sebesar 500 juta ringgit oleh Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim untuk memperbaiki infrastruktur publik yang rusak akibat banjir di beberapa negara bagian, sebagai bagian dari upaya pemerintah untuk menangani situasi tersebut.
Banjir di Malaysia baru-baru ini telah menewaskan sedikitnya dua orang, menyebabkan puluhan ribu orang mengungsi serta menimbulkan kerusakan pada sektor pertanian dan infrastruktur.
Pewarta: Xinhua
Editor: Benardy Ferdiansyah
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.