Jakarta (ANTARA) - Pakar dari Institut Teknologi Bandung (ITB) Mariana Marselina menilai penggalangan donasi cepat yang diinisiasi Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman melalui program "Kementan Peduli" dalam membantu pemulihan korban banjir dan longsor di Pulau Sumatera layak dicontoh.
“Ini patut dicontoh karena di sana banyak masyarakat yang perlu mendapat penanganan cepat (terutama di sektor kebutuhan pangan),” kata Mariana dalam keterangan di Jakarta, Minggu.
Dia menuturkan langkah cepat dan kepedulian dalam menginisiasi donasi kemanusiaan bagi korban bencana yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat bisa menjadi langkah kongkrit dalam membantu masyarakat secara cepat.
“Ini langkah yang sangat kongkrit karena donasi besar yang terkumpul digalang dalam waktu yang juga sangat cepat,” ujar Mariana.
Baca juga: Mentan himpun bantuan Rp75,85 miliar untuk korban banjir Aceh-Sumatera
Mariana menilai aksi cepat Mentan Amran menunjukkan kepekaan sosial sekaligus keteladanan bagi jajaran Kementerian Pertanian (Kementan).
Gerak cepat tersebut berhasil mengumpulkan donasi yang fantastis hanya dalam satu jam pidato Mentan Amran, yang mengingatkan kembali semangat donasi besar pada saat bencana Palu beberapa tahun lalu.
Sebelumnya, Mentan Amran juga telah menggalang donasi untuk membantu korban bencana di Palu.
Saat itu, donasi untuk bencana Palu, terkumpul mencapai Rp50 miliar hanya dalam satu jam. Kini, inisiasi serupa kembali menggugah solidaritas internal Kementan dan para pemangku kepentingan bagi korban bencana di wilayah Sumatra yang baru saja terjadi.
Pewarta: Muhammad Harianto
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.