Bandung, 16/5/1953  (ANTARA) - Nji Dowi, seorang "dukun muda" jang bertempat tinggal dikampung Babakan Sarabaja Bandung, dengan diantar oleh seorang laki2 dan disertai oleh 3 orang perempuan lainnja kemarin pagi telah menjatakan keinginannja kepada bupati Bandung untuk menghadap Presiden.

Kepada bupati dan kepala Djawatan Penerangan kabupaten jang turut hadir Nji Dowi itu ingin menjampaikan pendapatnja kepada Presiden tentang bagaimana tjaranja mengatasi kesulitan negara dewasa ini.

"Dukun muda" itu sebelum pulang kembali kerumahnja, dimuka bupati dl-kemarin telah mengadakan "demontrasi kepandaiannja", jaitu bertjakap-tjakap dalam bahasa Arab, Inggeris dan Belanda.

Tentang permintaannja supaja diizinkan menghadap Presiden, oleh kepala Djawatan Penerangan diterangkan, bahwa keinginan itu tidak dilarang tapi harus memakai tata-tertib semestinja. Dengan didjandjikan "tunggu kabar selandjutnja", dukun muda itu setelah berdemonstrasi pulang kerumahnja.

Sumber: Pusat Data dan Layanan Informasi ANTARA

Baca juga: ANTARA Doeloe : Saat Presiden Sukarno dianggap dukun

Baca juga: ANTARA Doeloe: Dukun cilik mampu tunjukkan barang hilang

Baca juga: ANTARA Doeloe : Cerita nasehat dukun jang membawa maut

Pewarta: Lia Wanadriani Santosa
Editor: Ade irma Junida
Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.