Chengdu (ANTARA) - Sejumlah ahli paleontologi mengidentifikasi lebih dari 20 jejak kaki dinosaurus dan vertebrata lainnya di sebuah dinding batu di Provinsi Sichuan, China barat daya, penemuan yang mereka sebut memberikan pemahaman baru tentang evolusi awal dinosaurus sekitar 200 juta tahun silam.
Jejak-jejak tersebut ditemukan di Kota Dujiangyan oleh seorang pendaki bulan lalu dan keasliannya kemudian dikonfirmasi oleh tim peneliti yang dipimpin Xing Lida, seorang lektor kepala di Universitas Geosains China (Beijing). Ini pertama kalinya jejak kaki dinosaurus dilaporkan di Dujiangyan.
Xing mengatakan jejak-jejak itu mencakup jejak kaki theropoda dengan berbagai ukuran, yang ditinggalkan oleh dinosaurus pemakan daging serta jejak jenis chirotherian, yang menyerupai tangan manusia dan dikaitkan dengan reptil archosaurus awal.
"Yang membuat situs ini sangat berharga adalah sedikitnya ada empat lapisan yang mengawetkan jejak kaki, menunjukkan bahwa dinosaurus hidup di sini dalam jangka waktu yang lama," ungkap Xing.
Para peneliti juga menemukan sejumlah potongan fosil kayu di dekat jejak-jejak tersebut, termasuk batang pohon yang tumbang dan tunggul tegak yang terawetkan di tempatnya, memberikan informasi tambahan tentang sifat ekosistem setempat lebih dari 200 juta tahun yang lalu.
:eneliti di Museum Dinosaurus Zigong di Sichuan Jiang Shan mengatakan bahwa material yang baru teridentifikasi tersebut dapat membantu para ilmuwan memahami sejarah evolusi awal dinosaurus di China dengan lebih baik.
Pewarta: Xinhua
Editor: Benardy Ferdiansyah
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.