Pertumbuhan industri semikonduktor, kecerdasan buatan, industri 4.0, hingga industri hijau membutuhkan SDM yang benar-benar siap.

Yogyakarta (ANTARA) - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menyampaikan bahwa pendidikan vokasi di bawah naungan Kemenperin, menjadi pilar penting menyukseskan Strategi Baru Industrialisasi Nasional (SBIN) dalam menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang kompeten dan berdaya saing global.

‎Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kemenperin Doddy Rahadi, saat menghadiri kegiatan akademik, di Akademi Teknologi Kulit (ATK) Yogyakarta, Senin, menyampaikan penguatan vokasi industri merupakan kunci utama untuk menjawab kebutuhan tenaga kerja di tengah transformasi industri berbasis teknologi.

‎“Pertumbuhan industri semikonduktor, kecerdasan buatan, industri 4.0, hingga industri hijau membutuhkan SDM yang benar-benar siap. Tanpa vokasi yang kuat, target pertumbuhan ekonomi dan industrialisasi sulit tercapai,” katanya.

‎Sebagai bukti nyata kontribusi pendidikan vokasi Kemenperin terhadap kebutuhan industri dalam SBIN, Doddy menyoroti wisuda serentak sebanyak 2.993 lulusan dari 13 politeknik di bawah naungan Kementerian Perindustrian yang dilakukan beberapa waktu lalu.

‎Menurutnya, ribuan lulusan tersebut mampu langsung terserap industri maupun menjadi wirausaha baru berbasis teknologi dan nilai tambah.

‎Menurut dia, ATK Yogyakarta yang merupakan satu-satunya perguruan tinggi teknologi kulit di Asia Tenggara memiliki peran strategis dalam menopang industrialisasi nasional, khususnya di sektor kulit dalam SBIN.

‎“ATK merupakan satu-satunya kampus di Asia Tenggara yang fokus pada teknologi kulit. Kampus ini harus menjadi center of excellence dan rujukan industri dalam proses penyamakan, pemrosesan, hingga desain produk turunannya,” ujar Doddy.

‎Ia menambahkan, perkembangan teknologi di bidang kulit, karet, dan plastik menuntut tenaga pendidik yang adaptif terhadap inovasi. Oleh karena itu, dosen dan tenaga pengajar didorong tidak hanya menekankan aspek teknis, tetapi juga membekali mahasiswa dengan keterampilan menciptakan nilai tambah dan pemahaman model bisnis.

‎Saat ini, ATK Yogyakarta memiliki sekitar 300 mahasiswa aktif, dengan jumlah lulusan tahun ini mencapai 163 orang.

Doddy berharap para lulusan vokasi tidak hanya menjadi tenaga kerja siap pakai, tetapi juga mampu menjadi pelaku industri yang menciptakan produk bernilai ekonomi tinggi.

Baca juga: Kemenperin perkuat peran IKM guna subtitusi impor komponen otomotif

Baca juga: Kawasan industri terdampak bencana di Sumatera masih dapat beroperasi

Pewarta: Ahmad Muzdaffar Fauzan
Editor: Budisantoso Budiman
Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.